http://nasional.kontan.co.id/v2/read/1324568861/85989/Penerimaan-negara-diperkirakan-capai-102-
JAKARTA. Berbeda dengan realisasi belanja pemerintah yang belum optimal, realisasi penerimaan negara justru melaju kencang. Hingga akhir tahun, pemerintah memperkirakan realisasi penerimaan negara bisa mencapai 102% atau sekitar 2% lebih tinggi ketimbang target yang dipatok.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan melihat realisasi beberapa pos penerimaan negara yang sudah melampaui target, ia optimistis penerimaan negara secara total hingga akhir tahun ini bisa lebih besar dari target penerimaan dan hibah yang dipatok dalam APBNP 2011 yang sebesar Rp 1.169,91 triliun. "Total penerimaan negara di atas target. Kita tidak khawatir. Rangenya 1%-2% di atas target," ujarnya Kamis (22/12).
Menurut Anny, hingga saat ini dua pos penerimaan negara yaitu penerimaan cukai dan penerimaan perdagangan internasional sudah di atas target yang dipatok. Hanya saja, ia mengakui untuk penerimaan dari pos penerimaan pajak terutama PPN masih di bawah target.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto menuturkan, hingga 7 Desember 2011 penerimaan cukai sudah lebih dari 100%. "Penerimaan Bea cukai sekitar 105%," ujar Agus.
Catatan saja, dalam APBNP 2011 pemerintah mematok target penerimaan cukai sebesar Rp 68,07 triliun. Jika menghitung dari target ini, artinya saat ini realisasi penerimaan cukai sudah sekitar Rp 71,47 triliun.
Anny menambahkan, pos penerimaan lainnya yang juga meningkat cukup signifikan adalah pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP). "PNBP sampai saat ini masih relatif baik. Masih bagus, karena harga ICP kan tinggi," ungkapnya.
Agus menyebutkan, realisasi penerimaan PNBP per 7 Desember 2011 mencapai 95% dari target yang dipatok sebesar Rp 286,56 triliun. Jika menghitung dari hitungan ini, artinya realisasi penerimaan PNBP mencapai Rp 272,23 triliun.
Sebelumnya, Direktur PNPB Askolani mengungkapkan harga rata-rata ICP tahun 2011 kemungkinan akan ada di kisaran US$ 110 per barel atau lebih tinggi ketimbang harga rata-rata ICP pada tahun 2008 yang hanya US$ 100 per barel. Nah, "Dampaknya, penerimaan migas di tahun 2011 akan lebih tinggi dari target APBNP 2011, walaupun lifting minyak tidak akan tercapai targetnya," ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski begitu Anny masih sedikit khawatir dengan realisasi penerimaan pajak, terutama dari pos penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) yang masih di bawah target. "Penerimaan pajak agak sedikit di bawah target, terutama dari PPN. Kita cuma monitor dari PPN (yang masih belum sesuai target), karena memang banyak insentif," katanya.
Agus mengungkapkan, per 7 Desember 2011 realisasi penerimaan pajak secara total baru sekitar 86% dari target APBNP 2011.
Catatan saja, pada tahun lalu realisasi penerimaan negara juga melebihi target yang dipatok pemerintah. Tahun 2010 lalu, realisasi penerimaan negara mencapai 102,5% dari target APBNP 2010. Sedangkan realisasi belanja negara mencapai 94,3% dari pagu anggarannya.
JAKARTA. Berbeda dengan realisasi belanja pemerintah yang belum optimal, realisasi penerimaan negara justru melaju kencang. Hingga akhir tahun, pemerintah memperkirakan realisasi penerimaan negara bisa mencapai 102% atau sekitar 2% lebih tinggi ketimbang target yang dipatok.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan melihat realisasi beberapa pos penerimaan negara yang sudah melampaui target, ia optimistis penerimaan negara secara total hingga akhir tahun ini bisa lebih besar dari target penerimaan dan hibah yang dipatok dalam APBNP 2011 yang sebesar Rp 1.169,91 triliun. "Total penerimaan negara di atas target. Kita tidak khawatir. Rangenya 1%-2% di atas target," ujarnya Kamis (22/12).
Menurut Anny, hingga saat ini dua pos penerimaan negara yaitu penerimaan cukai dan penerimaan perdagangan internasional sudah di atas target yang dipatok. Hanya saja, ia mengakui untuk penerimaan dari pos penerimaan pajak terutama PPN masih di bawah target.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto menuturkan, hingga 7 Desember 2011 penerimaan cukai sudah lebih dari 100%. "Penerimaan Bea cukai sekitar 105%," ujar Agus.
Catatan saja, dalam APBNP 2011 pemerintah mematok target penerimaan cukai sebesar Rp 68,07 triliun. Jika menghitung dari target ini, artinya saat ini realisasi penerimaan cukai sudah sekitar Rp 71,47 triliun.
Anny menambahkan, pos penerimaan lainnya yang juga meningkat cukup signifikan adalah pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP). "PNBP sampai saat ini masih relatif baik. Masih bagus, karena harga ICP kan tinggi," ungkapnya.
Agus menyebutkan, realisasi penerimaan PNBP per 7 Desember 2011 mencapai 95% dari target yang dipatok sebesar Rp 286,56 triliun. Jika menghitung dari hitungan ini, artinya realisasi penerimaan PNBP mencapai Rp 272,23 triliun.
Sebelumnya, Direktur PNPB Askolani mengungkapkan harga rata-rata ICP tahun 2011 kemungkinan akan ada di kisaran US$ 110 per barel atau lebih tinggi ketimbang harga rata-rata ICP pada tahun 2008 yang hanya US$ 100 per barel. Nah, "Dampaknya, penerimaan migas di tahun 2011 akan lebih tinggi dari target APBNP 2011, walaupun lifting minyak tidak akan tercapai targetnya," ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski begitu Anny masih sedikit khawatir dengan realisasi penerimaan pajak, terutama dari pos penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) yang masih di bawah target. "Penerimaan pajak agak sedikit di bawah target, terutama dari PPN. Kita cuma monitor dari PPN (yang masih belum sesuai target), karena memang banyak insentif," katanya.
Agus mengungkapkan, per 7 Desember 2011 realisasi penerimaan pajak secara total baru sekitar 86% dari target APBNP 2011.
Catatan saja, pada tahun lalu realisasi penerimaan negara juga melebihi target yang dipatok pemerintah. Tahun 2010 lalu, realisasi penerimaan negara mencapai 102,5% dari target APBNP 2010. Sedangkan realisasi belanja negara mencapai 94,3% dari pagu anggarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar