Kamis, 29 Desember 2011

Menperin: Swap mata uang ASEAN-China tidak efektif

http://industri.kontan.co.id/v2/read/1325157480/86371/Menperin-Swap-mata-uang-ASEAN-China-tidak-efektif-

JAKARTA. Rencana tukar-menukar (swap) mata uang pada perdagangan ASEAN-China dinilai tidak efektif dilaksanakan. Pasalnya, rencana penggunaan mata uang masing-masing negara ASEAN dan Yuan China itu sangat rumit. Bahkan, cenderung berefek domino apabila salah satu negara tengah mengalami masalah keuangan.

"Sulit dilakukan, takutnya seperti Euro. Satu bermasalah jadi merembet ke negara lain," tutur Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Kamis (29/12).

Indonesia dan China, sebenarnya telah memiliki perjanjian swap mata uang pada perdagangan bilateral. Namun, hal itu tidak berjalan hingga sekarang. Lagi pula, mata uang rupiah masih belum berada pada level stabil, sehingga, fluktuasi mata uang rupiah malah melemahkan perdagangan Indonesia.

Seperti diketahui, otoritas ekonomi dari negara anggota ASEAN dan China telah membahas kemungkinan penggunaan mata uang alternatif selain dollar untuk perdagangan bilateral. Kedua belah pihak, baik ASEAN dan China berniat memanfaatkan swap mata uang Yuan China dengan mata uang masing-masing negara ASEAN.

Ide swap mata uang itu muncul lantaran ketergantungan dunia terhadap gejolak krisis global yang berpengaruh terhadap dollar Amerika. Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian, Riset, dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Sujagad justru berpendapat, swap mata uang akan menguntungkan perdagangan bilateral.

Sebab, perdagangan jangka panjang yang disepakati melalui perjanjian kontrak tidak akan terpengaruh kondisi fluktuasi mata uang lainnya seperti dollar. Jadi, pedagang Indonesia akan menawarkan produknya dalam mata uang rupiah, sedangkan China menjual produknya dalam yuan.

"Ini positif dampaknya. Artinya kalau mau dollar Amerika naik atau tidak, tidak akan berpengaruh, yang penting mata uang kedua negara," paparnya.

Mata uang rupiah yang berada pada kisaran Rp 9.000-an itu dinilai relatif stabil untuk konsep perdagangan itu. Posisi itu cukup baik untuk penerapan perdagangan bilateral. Namun, dia tidak sepakat, apabila konsep swap mata uang bakal direalisasikan untuk kawasan regional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar