Kamis, 29 Desember 2011

Daya saing perdagangan tuntut 4 pilar pendukung

http://www.bisnis.com/articles/daya-saing-perdagangan-tuntut-4-pilar-pendukung
 
Kinerja ekpor Indonesia
Tahun Nilai
2011 US$208 miliar
2012 US$230 miliar
Sumber: Peryataan Wamendag
Large_29-bayu JAKARTA: Peningkatan daya kinerja perdagangan Indonesia menuntut perbaikan empat pilar yang berkaitan dengan infrastruktur dan daya saing produk.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan empat komponen yang perlu ditingkatkan untuk memacu kinerja perdagangan, yakni daya saing produk, infrastruktur fisik, regulasi, dan masalah dokumentasi. 
 
"Infrastruktur fisik, pelabuhan, jalan, regulasi yang kita buat dan juga regulasi dari mitra dagang kita. Yang ke empat masalah dokumentasi, pengaturan clearance dari dokumentasi. INSW  membantu untuk komponen yang itu [dokumentasi]," ujarnya. 
 
Bayu juga mengungkapkan proyeksi capaian ekspor tahun ini yang diperkirakan dapat melebihi target. Bahkan tahun depan, Wamendag optimistis nilai ekspor mencapai US$230 miliar. 
 
"Ekspor tahun ini bisa lebih tinggi dari US$200 miliar, jadi US$208 miliar. 2012, target kita sementara ini hitungan kita bisa capai US$230 miliar. Kalau situasinya tidak seperti sekarang [tidak krisis], itu hitungan sementara itu bisa US$250 miliar, tapi dengan krisis, kita coba ambil yang konservatif mungkin sekitar US$230 miliar," tutur Bayu. 
 
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan pada Februari 2012, pihaknya akan menjajaki peluang ekspor ke Amerika Selatan. Afrika dan pasar-pasar non-tradisional lain juga dijadikan tujuan diversifikasi ekspor, terutama pasar yang tidak terdampak langsung dari krisis ekonomi Eropa dan Amerika Serikat.
 
"Pasar-pasar baru ini sedikit sekali hubungan perdagangan kita. Padahal perekonomian mereka kuat sekali. Jadi saya rasa potensi untuk mengembangkan ekspor akan besar," tutur Gita. 
 
Sepanjang Januari-Oktober 2011, realisasi ekspor mencapai US$169,03 miliar atau meningkat 34,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Sementara itu, nilai kumulatif impor mencapai US$145,68 miliar atau meningkat 33,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar