http://industri.kontan.co.id/v2/read/industri/83760/Pertamina-minta-penambahan-kuota-premium-
JAKARTA. PT Pertamina meminta
pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menambah kuota premium
tahun ini sebanyak 500.000 kiloliter (kl). Alasannya, Pertamina
memastikan konsumsi premium tahun ini bakal melampaui kuota Anggaran
Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011.
JAKARTA. PT Pertamina meminta
pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menambah kuota premium
tahun ini sebanyak 500.000 kiloliter (kl). Alasannya, Pertamina
memastikan konsumsi premium tahun ini bakal melampaui kuota Anggaran
Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011.
Menjelang Natal dan tahun baru nanti, Pertamina
memprediksi konsumsi BBM bersubsidi, terutama premium bakal membengkak.
"Hanya tiga daerah yang on track, selebihnya melebihi kuota,"
ujar Muhammad Harun, Vice President Corporate Communication Pertamina,
Jumat malam (25/11). Karena itu, Pertamina minta tambahan 500.000 kl
sehingga stok BBM cukup sampai akhir tahun.
Catatan saja, APBN-P 2011 menetapkan kuota BBM
bersubsidi tahun ini 40,49 juta kl. Rinciannya, kuota premium sebanyak
24,54 juta kl, kuota solar 4,15 juta kl, dan kuota minyak tanah 1,8 juta
kl. Untungnya, menurut Harun, konsumsi solar dan minyak tanah
diperkirakan tidak melebihi kuota.
Pertamina sudah menyampaikan permintaan
tambahan kuota ini ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Namun, saat ini, belum ada tanggapan resmi dari lembaga itu.
Harun mengatakan, apabila tak ada tambahan
kuota, Pertamina akan terpaksa menanggung kerugian seperti tahun-tahun
sebelumnya. Repotnya, tahun lalu, pemerintah menolak ikut menanggung
kerugian Pertamina tersebut. "Kami pernah loss sampai
Rp 2,5 triliun," ujarnya.
Rp 2,5 triliun," ujarnya.
Sekadar menyegarkan ingatan, sampai Oktober
2011, realisasi konsumsi BBM bersubsidi sudah mencapai 85,02% atau 34,42
juta kl dari kuota 40,49 juta kl tahun ini. Angka konsumsi tersebut
melonjak 8,74% dibandingkan periode sama tahun 2010.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH
MIGAS) Tubagus Haryono menguraikan, konsumsi premium sampai Oktober
mencapai 21,02 juta kl atau 85,67% dari kuota 24,53 juta kl. Konsumsi
itu naik 10,74% dari periode sama tahun lalu. Sedang konsumsi minyak
tanah 1,46 juta kl atau 81,24% dari kuota, dan konsumsi solar 11,94 juta
kl atau 84,37% dari kuota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar