http://www.bisnis.com/articles/pasokan-karet-melambat
BANGKOK: Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam (ANRC) menyatakan
pertumbuhan produksi karet alam di negara produsen kunci akan melambat
karena gangguann cuaca dan turunnya pasokan dari petani."Dampak cuaca dan tren harga mempengaruhi pasokan karet alam," kata Kamarul Baharain Basir, sekretaris jenderal asosiasi yang berbasis di Kuala Lumpur itu.
Dia menambahkan harga bergerak turun mengikuti tren ekonomi, memaksa produsen untuk memotong pasokan dalam menanggapi permintaan yang melemah.
Di sela-sela Konferensi Karet global di Phnom Penh Kamarul mengatakan produksi dari negara-negara anggotanya, mewakili 92% dari pasokan global, dapat naik 3,7% menjadi 10,4 juta metrik ton tahun depan. Angka pertumbuhan itu di bawah tahun ini yang 5,6% menjadi 10 juta ton.
Sementara itu permintaan dari negara-negara anggota, yang menyumbang 57% dari konsumsi global, diperkirakan meningkat 2,9% tahun depan menjadi 6,3 juta ton.
Kekhawatiran permintaan
Menurunnya pasokan akan memberi dukungan pada harga karet berjangka yang jatuh 37% tahun ini akibat makin dalamya krisis utang Eropa.
Tambah lagi, efek banjir terberat dalam 70 tahun terakhir di Thailand membuat produksi mobil di Asia dan Amerika Utara terganggu, menekan permintaan bahan baku ban.
"Pasar karet alam kemungkinan akan melanjutkan momentum pelemahan karena permintaan lamban dalam jangka pendek," kata Kamarul.
Kamarul mengatakan harga yang lebih rendah akan mendorong petani, terutama di Thailand, Indonesia dan Malaysia, untuk meningkatkan menebang pohon-pohon tua.
Adapun tingkat penanaman kembali diperkirakan 3%--4% selama 2013—2018, yang akan menghasilkan pertumbuhan produksi tahunan dari 2%--6% selama periode tersebut. (Taufikul Basari/faa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar