http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1322456640/83782/Pasar-global-bergejolak-volume-transaksi-obligasi-turun-194-
JAKARTA. Volume transaksi perdagangan obligasi di pasar
sekunder terus melorot. Data Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE)
menunjukkan, pada Jumat (25/11), total volume transaksi obligasi turun
19,4% menjadi Rp 5,4 triliun, dari hari sebelumnya Rp 6,6 triliun.
Kondisi serupa terjadi pada frekuensi perdagangan. Di periode yang sama frekuensi perdagangan berkurang 9,3% dari 344 transaksi menjadi 312 transaksi.
Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing dalam laporan Senin (28/11) mengungkapkan, obligasi Seri FR0058 bertenor 20,57 tahun dengan kupon 8,25%, menjadi obligasi pemerintah teraktif. Volume perdagangan surat utang ini mencapai Rp380 milliar, dengan frekuensi sebanyak 60 transaksi.
Sementara obligasi subordinasi II Bank CIMB Niaga tahun 2010 (BNGA02SB) dengan tenor 9,08 tahun dan berkupon 10,85%, menjadi obligasi korporasi teraktif diperdagangkan. Obligasi ini meraih volume transaksi Rp7 milliar, dengan 6 kali transaksi.
Kata Tumpal, harga sukuk global Indonesia berdenominasi dollar AS, akhir pekan lalu tertekan. "Krisis Eropa menjadi pemicu utama munculnya gejolak di pasar global, dan penurunan harga sukuk global," tuturnya. Tercatat bahwa harga sukuk global bertenor 5 tahun turun menjadi 112,50, begitu pula untuk sukuk global bertenor 7 tahun terkoreksi menjadi 116,55.
Lanjut Tumpal, lesunya pergerakan pasar obligasi domestik, juga disebabkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat. BPS memperkirakan, pertumbuhan di kuartal keempat kemungkinan akan melambat dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, meskipun masih ada keyakinan hingga akhir tahun masih bisa mencapai 6,60%.
"Pelemahan perekonomian yang mungkin terjadi di kuartal keempat disebabkan adanya indikasi keluarnya arus modal asing (capital outflow) yang sudah mulai terjadi," imbuhnya.
Kondisi serupa terjadi pada frekuensi perdagangan. Di periode yang sama frekuensi perdagangan berkurang 9,3% dari 344 transaksi menjadi 312 transaksi.
Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing dalam laporan Senin (28/11) mengungkapkan, obligasi Seri FR0058 bertenor 20,57 tahun dengan kupon 8,25%, menjadi obligasi pemerintah teraktif. Volume perdagangan surat utang ini mencapai Rp380 milliar, dengan frekuensi sebanyak 60 transaksi.
Sementara obligasi subordinasi II Bank CIMB Niaga tahun 2010 (BNGA02SB) dengan tenor 9,08 tahun dan berkupon 10,85%, menjadi obligasi korporasi teraktif diperdagangkan. Obligasi ini meraih volume transaksi Rp7 milliar, dengan 6 kali transaksi.
Kata Tumpal, harga sukuk global Indonesia berdenominasi dollar AS, akhir pekan lalu tertekan. "Krisis Eropa menjadi pemicu utama munculnya gejolak di pasar global, dan penurunan harga sukuk global," tuturnya. Tercatat bahwa harga sukuk global bertenor 5 tahun turun menjadi 112,50, begitu pula untuk sukuk global bertenor 7 tahun terkoreksi menjadi 116,55.
Lanjut Tumpal, lesunya pergerakan pasar obligasi domestik, juga disebabkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat. BPS memperkirakan, pertumbuhan di kuartal keempat kemungkinan akan melambat dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, meskipun masih ada keyakinan hingga akhir tahun masih bisa mencapai 6,60%.
"Pelemahan perekonomian yang mungkin terjadi di kuartal keempat disebabkan adanya indikasi keluarnya arus modal asing (capital outflow) yang sudah mulai terjadi," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar