http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/29/279824/4/2/Kedaulatan-Energi-Nasional-di-Titik-Nadir
JAKARTA--MICOM: Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional Budi Susilo Soepandji mengatakan, kondisi kedaulatan energi nasional masih sangat rendah sehingga perlu ada upaya mencari energi terbarukan demi kesejahteraan rakyat.
"Dari beberapa data yang kami peroleh bahwa kondisi energi Indonesia masih rendah," kata Budi Susilo Soepanji di Jakarta, Senin (28/11).
Pernyataan itu disampaikan Budi pada Kongres Pekerja dan Munas IV Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) di Kantor Pusat Pertamina kawasan Gambir, Jakarta.
Menurut dia, pertumbuhan konsumsi energi rata-rata sebesar tujuh persen belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup. Dia menambahkan, ketergantungan terhadap energi fosil masih tinggi yakni sebesar 95,21 persen sementara cadangan semakin terbatas.
"Pemanfaatan enegri terbarukan dan implementasi konservasi energi belum optimal," katanya dengan makalah bertajuk "Ketahanan dan Kedaulatan Energi Dalam Perpektif Ketahanan Nasional".
Menurut dia, indeks pertahanan nasional ditinjau dari variabel ketahanan energi yakni bebas dari ketergantungan dari satu jenis energi, maka perlu ada diversifikasi. Sedangkan indeks lain, kata dia, harus bebas dari ketergantungan pada negara lain agar ada penguatan kemampuan nasional. (Ant/OL-2)
JAKARTA--MICOM: Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional Budi Susilo Soepandji mengatakan, kondisi kedaulatan energi nasional masih sangat rendah sehingga perlu ada upaya mencari energi terbarukan demi kesejahteraan rakyat.
"Dari beberapa data yang kami peroleh bahwa kondisi energi Indonesia masih rendah," kata Budi Susilo Soepanji di Jakarta, Senin (28/11).
Pernyataan itu disampaikan Budi pada Kongres Pekerja dan Munas IV Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) di Kantor Pusat Pertamina kawasan Gambir, Jakarta.
Menurut dia, pertumbuhan konsumsi energi rata-rata sebesar tujuh persen belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup. Dia menambahkan, ketergantungan terhadap energi fosil masih tinggi yakni sebesar 95,21 persen sementara cadangan semakin terbatas.
"Pemanfaatan enegri terbarukan dan implementasi konservasi energi belum optimal," katanya dengan makalah bertajuk "Ketahanan dan Kedaulatan Energi Dalam Perpektif Ketahanan Nasional".
Menurut dia, indeks pertahanan nasional ditinjau dari variabel ketahanan energi yakni bebas dari ketergantungan dari satu jenis energi, maka perlu ada diversifikasi. Sedangkan indeks lain, kata dia, harus bebas dari ketergantungan pada negara lain agar ada penguatan kemampuan nasional. (Ant/OL-2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar