Cek, tiga bluechips penyokong indeks di sesi sore!
dibaca sebanyak 463 kali
0 Komentar
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini mendarat di zona hijau berkat aksi beli terhadap saham-saham, khususnya bluechips.
Data Bloomberg menyebutkan, setidaknya ada tiga bluechips yang paling diminati dan berkontribusi besar menopang indeks hari ini. Ketiga saham tersebut, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), Gudang Garam Tbk (GGRM), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga penutupan sesi sore, BBCA tercatat maju 2,6% ke Rp 7.900. Sementara, GGRM reli 3,83% ke Rp 65.000, dan saham TLKM naik 2,8% ke Rp 7.350. Mayoritas asing terlihat kembali mendominasi pembelian ketiga saham ini.
Merrill Lynch Indonesia berada di urutan teratas broker dengan nilai pembelian saham BBCA terbesar, yaitu mencapai Rp 41,04 miliar. Disusul, CLSA Indonesia sejumlah Rp 32,67 miliar, dan Macquarie Capital Securities Indonesia senilai Rp 25,86 miliar.
Sementara, itu, tiga broker yang paling getol mengoleksi saham GGRM, yaitu Credit Suisse Securities Indonesia dengan nilai pembelian mencapai Rp 9,81 miliar. Kemudian, Bahana Securities Rp 6,68 miliar, dan Deutsche Securities Indonesia senilai Rp 5,50 miliar.
Adapun, Bahana Securities tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham TLKM, yaitu mencapai Rp 51,69 miliar. Diikuti, Macquarie Capital Securities Indonesia dengan nilai pembelian Rp 27,20 miliar, dan Deutsche Securities Indonesia sejumlah Rp 14,20 miliar.
Data Bloomberg menyebutkan, setidaknya ada tiga bluechips yang paling diminati dan berkontribusi besar menopang indeks hari ini. Ketiga saham tersebut, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), Gudang Garam Tbk (GGRM), dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga penutupan sesi sore, BBCA tercatat maju 2,6% ke Rp 7.900. Sementara, GGRM reli 3,83% ke Rp 65.000, dan saham TLKM naik 2,8% ke Rp 7.350. Mayoritas asing terlihat kembali mendominasi pembelian ketiga saham ini.
Merrill Lynch Indonesia berada di urutan teratas broker dengan nilai pembelian saham BBCA terbesar, yaitu mencapai Rp 41,04 miliar. Disusul, CLSA Indonesia sejumlah Rp 32,67 miliar, dan Macquarie Capital Securities Indonesia senilai Rp 25,86 miliar.
Sementara, itu, tiga broker yang paling getol mengoleksi saham GGRM, yaitu Credit Suisse Securities Indonesia dengan nilai pembelian mencapai Rp 9,81 miliar. Kemudian, Bahana Securities Rp 6,68 miliar, dan Deutsche Securities Indonesia senilai Rp 5,50 miliar.
Adapun, Bahana Securities tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham TLKM, yaitu mencapai Rp 51,69 miliar. Diikuti, Macquarie Capital Securities Indonesia dengan nilai pembelian Rp 27,20 miliar, dan Deutsche Securities Indonesia sejumlah Rp 14,20 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar