http://www.bisnis.com/articles/bpr-fokus-garap-potensi-nasabah-umkm
JAKARTA: Bank Perkreditan Rakyat akan memfokuskan diri kepada
pendampingan di bidang akses pemasaran dan peningkatan daya saing pada
UMKM binaan.
Fran Suharmaji, Sekjen Perhimpunan Bank Perkreditran Rakyat Milik
Pemerintah Daerah Se Indonesia (Perbamida), mengatakan modal usaha bukan
lagi hambatan utama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk
mengembangkan usaha karena kami menyediakan beragam skema kredit.
"Justru akses pasar dan peningkatan daya saing yang sekarang menjadi tantangan mereka," katanya.
UMKM rentan dalam hal daya saing produk dan lemah dalam hal pemasaran
karena itu peranan BPR sebagai pembina sangat di butuhkan.
"Upaya pembinaan untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar di
lakukan secara konsisten.Kami memanfaatkan aula kantor untuk pembinaan
teknis dengan mengundang pelaku UMKM untuk mengikuti pelatihan,
workshop, seminar, kegiatan motivasi agar memiliki keunggulan produk dan
daya saingnya tinggi," jelasnya.
Pihaknya membina masyarakat di satu desa yang memproduksi makanan khas
daerah yang disebut lanting. Sementara daerah lainnya juga memproduksi
makanan yang sama.
"Nah kami mengasah kreativitas dan inovasi dalam bentuk maupun rasa
sehingga akhirnya produk mereka punya ke unggulan. Bagi para pelaku UMKM
binaan secara berkesinambungan juga kami bukakan akses pemasaran dengan
melibatkan mereka pada pameran-pameran," kata Fran.
Usaha mikro yang dibinanya rata-rata hanya memanfaatkan pijaman modal
Rp5 juta-Rp10 juta dengan bunga rendah 6% di bawah KUR. Jenis usahanya
beragam mulai dari makanan ringan, suvenir, usaha pertanian,
perikanan.(sut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar