http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/keuangan/83832/Beban-operasional-naik-laba-Citibank-merosot-2753-
JAKARTA. Perolehan laba bersih Citibank Indonesia merosot
27,53% pada September 2011 menjadi Rp 1 triliun dibandingkan periode
serupa tahun lalu sebesar Rp 1,08 triliun.
"Penurunan ini salah satunya karena NIM (net interest margin) yang menurun. Sebelumnya hampir 5% sekarang menjadi sekitar 4,5%," keluh Citi Country Officer Citi Indonesia Tigor M. Siahaan, Senin (28/11).
Turunnya NIM dilakukan sejalan dengan imbauan Bank Indonesia (BI) agar perbankan menawarkan suku bunga yang lebih murah. NIM yang turun menurut Tigor belum tentu buruk karena tergantung basis konsumen.
"Sampai saat ini kami percaya dengan customer base kami," ujarnya. Selain NIM penurunan laba juga disebabkan tingginya beban operasional. Berdasarkan laporan keuangan Citibank Indonesia kuartal ketiga 2011, beban operasional naik 33,9% menjadi Rp1,38 triliun dari Rp 1,03 triliun pada periode serupa tahun 2010. Beban tenaga kerja per September 2011 meningkat menjadi Rp 677,2 miliar dari Rp549 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Masih mengacu pada laporan keuangan September 2011, Citibank mengalami penurunan pendapatan bunga bersih sebesar turun 4% menjadi Rp 2,29 triliun dari Rp 2,39 triliun pada September 2010. Pendapatan non bunga turun dari minus Rp 990,53 miliar menjadi minus Rp1,62 triliun. Sementara itu, laba operasional turun 57% dari Rp1,40 triliun menjadi Rp 601,8 miliar.
Efek penurunan ini tak lepas dari sanksi yang dikenakan bank sentral. Sekedar mengingatkan, gara-gara tersangkut kasus pembobolan rekening nasabah oleh Malinda Dee dan meninggalnya nasabah kartu kredit Citibank Irzen Octa Citibank Indonesia mendapat tiga sanksi dari Bank Indonesia. Pertama berupa larangan menjaring nasabah kaya dari Citigold selama satu tahun. Kedua, larangan penerbitan semua jenis kartu kredit selama dua tahun. Ketiga, dilarang menggunakan jasa penagih utang atau debt collector selama dua tahun.
"Penurunan ini salah satunya karena NIM (net interest margin) yang menurun. Sebelumnya hampir 5% sekarang menjadi sekitar 4,5%," keluh Citi Country Officer Citi Indonesia Tigor M. Siahaan, Senin (28/11).
Turunnya NIM dilakukan sejalan dengan imbauan Bank Indonesia (BI) agar perbankan menawarkan suku bunga yang lebih murah. NIM yang turun menurut Tigor belum tentu buruk karena tergantung basis konsumen.
"Sampai saat ini kami percaya dengan customer base kami," ujarnya. Selain NIM penurunan laba juga disebabkan tingginya beban operasional. Berdasarkan laporan keuangan Citibank Indonesia kuartal ketiga 2011, beban operasional naik 33,9% menjadi Rp1,38 triliun dari Rp 1,03 triliun pada periode serupa tahun 2010. Beban tenaga kerja per September 2011 meningkat menjadi Rp 677,2 miliar dari Rp549 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Masih mengacu pada laporan keuangan September 2011, Citibank mengalami penurunan pendapatan bunga bersih sebesar turun 4% menjadi Rp 2,29 triliun dari Rp 2,39 triliun pada September 2010. Pendapatan non bunga turun dari minus Rp 990,53 miliar menjadi minus Rp1,62 triliun. Sementara itu, laba operasional turun 57% dari Rp1,40 triliun menjadi Rp 601,8 miliar.
Efek penurunan ini tak lepas dari sanksi yang dikenakan bank sentral. Sekedar mengingatkan, gara-gara tersangkut kasus pembobolan rekening nasabah oleh Malinda Dee dan meninggalnya nasabah kartu kredit Citibank Irzen Octa Citibank Indonesia mendapat tiga sanksi dari Bank Indonesia. Pertama berupa larangan menjaring nasabah kaya dari Citigold selama satu tahun. Kedua, larangan penerbitan semua jenis kartu kredit selama dua tahun. Ketiga, dilarang menggunakan jasa penagih utang atau debt collector selama dua tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar