http://www.bisnis.com/articles/batalkan-obligasi-bank-mutiara-pilih-private-sub-loan
JAkARTA: PT Bank Mutiara Tbk membatalkan aksi korporasi penerbitan
obligasi subordinasi senilai Rp1 triliun yang dijadwalkan berlangsung
tahun depan.Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengungkapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta perseroan untuk mengkaji alternatif penambahan modal selain obligasi subordinasi.
Sejak 21 November 2008, LPS menguasai 99,99 % saham Bank Mutiara setelah pemerintah mengucurkan dana talangan Rp6,7 triliun untuk menyelamatkan bank tersebut.
"Kami mengkaji opsi private sub loan yang bisa ditawarkan kepada BUMN [Badan Usaha Mililk Negara]," ujarnya kepada Bisnis, tadi malam.
Dia menuturkan tanpa menambah modal pada tahun depan, Bank Mutiara akan mengerem ekspansi kredit baru dari tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp5 triliun menjadi Rp2 triliun.
"Tahun ini kredit baru Bank Mutiara mencapai Rp5 triliun. Tanpa penambahan modal, kami akan batasi elkspansi kredit ke level Rp2 triliun pada tahun depan."
Semula, upaya penerbitan obligasi subordinasi dipersiapkan oleh perseroan untuk menaikkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di atas 10% dari level saat ini sebesar 9%.
Berdasarkan aturan Bank Indonesia, sebanyak 50% dari hasil penerbitan obligasi subordinasi bisa masuk dalam tier Il modal bank.
Terkait rencana konversi surat utang mandatory convertible bond ke saham, Maryono mengatakan manajemen perseroan masih menunggu sikap LPS. Surat utang tersebut diterbitkan oleh Bank Mutiara ketika masih bernama Bank Century pada 2006 dengan nilai US$15 juta dan jatuh tempo pada Juni 2009.
Seharusnya obligasi tersebut dikonversi pada level harga Rp78 per saham atau setara dengan 0,26% dari total saham perseroan. LPS meneliti kemungkinan dana hasil penerbitan MCB tersebut mengalir ke pemegang saham lama Bank Mutiara. Pada tahun ini, Bank Mutiara mengincar raihan laba bersih Rp200 miliar hingga Rp250 miliar dengan didukung penjualan aktiva yang diambil alih (AYDA).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar