Kamis, 28 Juli 2011

Agustus, Bulog Impor 1.500 Ton

SUBANG-Meski mendapat tentangan, pemerintah melalui Perum Bulog tetap akan melakukan impor beras. Dalihnya, hasil impor ini akan dipakai untuk menguji benar-tidaknya ada penimbunan beras yang menyebabkan harga beras di pasaran melambung.

Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, menuturkan Pemerintah Indonesia sudah menyepakati kerja sama pengadaan beras impor dengan Pemerintah Vietnam sebesar 500 ribu ton. Dari total 500 ribu ton komitmen impor ini, menurutnya, sebanyak 1.500 ton akan mulai masuk pada Agustus mendatang.

“Masuknya bertahap. Mulai bulan depan, kita impor dulu 1.500 ton,” kata Sutarto di sela-sela peluncuran Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan berbasis Korporasi (GP3K) di Subang, Jawa Barat, Rabu (27/7).

Selain 500 ribu ton dari Vietnam, pemerintah juga berencana mengimpor beras dari Thailand dengan jumlah yang sama. Sebelumnya, sudah ada keputusan batas maksimal impor beras tahun ini adalah 1,6 juta ton. Sutarto mengatakan, beras impor ini akan dipakai untuk operasi pasar. Harapannya, harga beras di pasaran akan turun karena gelontoran beras ini, Di samping juga untuk memancing para penimbun dan spekulan agar mengeluarkan beras simpanannya.

“Kalau setelah banyak dilakukan operasi pasar ternyata beras masih mahal, berarti memang tidak ada beras di pasaran. Tetapi bisa jadi, ada penyebab lain di luar isu spekulan,” ujar Sutarto. Pancingan impor ini, menurutnya, diperlukan mengingat Bulog hanya menguasai 10 persen pasokan beras nasional. Selebihnya, 90 persen dikuasai oleh pelaku pasar. “Lagi pula, beras (impor) itu maksimal disimpan empat bulan,” tambahnya.

Sutarto juga menepis anggapan bahwa Bulog enggan membeli beras petani. Menurut dia, yang terjadi sebenarnya di lapangan adalah imbas kesulitan akses modal petani. Sehingga, para petani terjebak tengkulak yang menyediakan modal tanam.

“Dan ketika panen, gabah petani langsung diambil tengkulak untuk membayar utang modal, dengan harga murah,” paparnya. Lebih jauh Sutarto menuturkan, saat ini ketersediaan stok beras nasional  yang terdapat di gudang Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan lima bulan ke depan. Meski ketersediaan stok beras masih memadai, diakui Sutarto, impor masih diperlukan. Pasalnya, kata dia, Bulog harus menjaga posisi stok beras nasional di level 1,5 juta ton hingga akhir tahun.

Terkait kenaikan harga dan rencana impor beras, Menteri Pertanian Suswono meminta masyarakat tidak panik. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut kabar maraknya spekulasi penimbunan beras. Suswono menyebutkan, setiap hari tercatat sebanyak 2.500 hingga 3.000 ton beras masuk ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Tetapi, ia mengaku bingung mengapa harga beras terus membubung.

Untuk mencegah kenaikan harga yang berlanjut, tegas Suswono, Bulog sudah menyatakan siap menggelar operasi pasar sebanyak mungkin. Dia pun meminta masyarakat langsung melapor melalui SMS Center Kementerian Pertanian, bila ada daerah yang memperlihatkan tren . ed: nidia zuraya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar