Rabu, 29 Juni 2011

Wirausaha muda agar kembangkan ekowisata

JAKARTA: Entrepreneur muda bervisi pariwisata diyakini mampu  menciptakan lapangan kerja yang luas untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

"Calon wirausaha muda jangan hanya berorientasi usaha ke darat, tetapi bagaimana memanfaatkan kekayaan dan  keindahan laut menjadi peluang usaha wisata," kata Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan, hari ini.
Berbicara pada seminar nasional entrepreneurship yang diselenggarakan Universitas Sahid Jakarta di Gedung Smesco hari ini, Fasli mengatakan sekumpulan rumah penduduk di tepi pantai saja sudah bisa menjadi peluang usaha wisata.
"Mahasiswa bisa mengkordinasikan rumah penduduk tepi pantai untuk menjadi homestay. Pemasarannya melalui antarteman atau dengan kecanggihan teknologi internet,"ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa dan undangan lainnya.
Entrepreneurship, lanjut dia, menuntut ide kreatif dan inovatif dalam melihat peluang yang ada.
Mahasiswa, kata Fasli, perlu memanfaatkan periode 25 tahun ke depan yang menjadi periode emas dari usia produktif dinegri ini untuk  entrepreneurship di bidang ekowisata.
Dia berupaya meyakinkan para mahasiswa agar bisnis pariwisata dikembangkan terutama ekowisata yang menjaga kelestarian lingkungan maka akan memberikan ampak yang besar bagi penciptaan lapangan kerja.
Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya Nugroho B. Sukamdani mengatakan tujuan seminar bertajuk Creative Idea for Youth Market menantang insan akademika, praktisi bisnis dan calon entrepreneur untuk berfikir out of the box.
Pariwisata sejauh ini telah menjadi motor penggerak ekonomi hampir seluruh negara di dunia sehingga ajakan menjadi wirausaha di bidang ini harus ditindaklanjuti dengan positif.
"Para pelaku bisnis juga perlu tuntunan untuk meningkatkan ketangguhan dalam berusaha sehingga kegiatan seminar kewirausahaan ini bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat banyak," tambahnya. (arh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar