Sebuah studi menunjukkan, anak-anak yang lahir dari ayah yang sudah berumur tua memiliki performa yang tidak bagus dalam tes kemampuan berpikir pada saat bayi dan awal usia anak-anak, sedangkan mereka yang lahir dari ibu yang lebih tua memiliki skor yang lebih tinggi dalam tes yang sama. Studi terbaru ini mengikuti penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan antara ayah yang sudah tua dan masalah kesehatan seperti cacat lahir, autis, sakit jiwa. Hasil ini menunjukkan bahwa "batas umur secara biologis" tidak hanya berlaku pada perempuan.
"Hubungan itu ditemukan tahun 1990-an bahwa ayah dengan usia tua memiliki peningkatan risiko sakit jiwa pada anak, dan data yang terkumpul juga menunjukkan adanya hubungan antara usia ayah dengan autis dan kelainan bipolar lainnya," kata Peneliti Studi John McGrath, MD, PhD, seorang profesor di Queensland Brain Institute of the University of Queensland, Brisbane, Australia.
Studi ini dipublikasikan di PLoS Medicine. Tim McGrath menganalisis data dari studi besar yang dikenal dengan Collaborative Perinatal Project. Studi ini melibatkan perempuan-perempuan dari 12 negara bagian di Amerika Serikat mulai tahun 1959-1965. Menurut McGrath, data dari studi yang dilakukan secara berkelanjutan ini merupakan hal yang sangat berharga.
Tim-nya memeriksa lebih dari 33.000 anak yang lahir antara 1959-1965 dan melihat hasil tes kognitif mereka yang dilakukan saat berusia 8 bulan, 4 tahun, dan 7 tahun. Tes ini mengevaluasi kemampuan anak untuk berpikir dan menganalisa, mengukur kemampuan seperti konsentrasi, belajar, berbicara, membaca, aritmatika, mengingat, dan kemampuan motorik seperti kemampuan koordinasi.
Kemudian, mereka melihat hubungan antara usia ayah, usia ibu, dan dalam satu analisis juga menyesuaikan faktor-faktor sosial ekonomi seperti pendapatan keluarga dan pendidikan orangtua.
Umur rata-rata ayah dalam studi tersebut adalah 28.4 tahun dengan rentang usia antara 14-66 tahun. Rata-rata umur ibu 24.8 tahun dengan rentang usia antara 12-48 tahun. Sekarang ini, berdsarkan sumber dari berbagai media dan literatur, sangat banyak pasangan yang menunda memiliki anak sampai usia 30-an.
Tes intelegensi bagi anak-anak dari ayah yang berusia tua
Semakin tua usia ayah semakin rendah skor anak dalam tes, kecuali untuk kemampuan motorik. Akan tetapi, ketika melihat umur ibu, mereka menemukan bahwa semakin tua umur ibu semakin tinggi skor anak dalam tes kemampuan berpikir.(Hasil penemuan ini juga sudah ditemukan dalam penemuan sebelumnya, hal ini mungkin disebabkan oleh lingkungan perawatan anak dengan ibu yang lebih tua lebih baik, tetapi studi ini menunjukkan usia ayah yang tua tidak mendatangkan keuntungan yang sama).
Tetapi, jika dikaitkan dengan beberapa faktor seperti status sosial ekonomi orangtua, termasuk pendapatan dan pendidikan, pengaruh usia kedua orangtua terhadap tes intelegensi berubah. Contoh, rata-rata anak dengan usia ayah 50 tahun memiliki skor 6 poin lebih rendah dalam Stanford Binet Intelligence Scale dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dengan ayah berusia 20 tahun. Tetapi, ketika dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi, perbedaan turun menjadi 2.2 poin.
"Untuk sementara waktu, studi kami menganjurkan, usia ayah, sama seperti usia ibu, harus diteliti lebih lanjut oleh para peneliti," ujar dia.
Apakah hubungan antara usia ayah dengan IQ rendah?"Ada bukti yang menunjukkan bahwa sperma ayah yang sudah tua lebih sering mengalami mutasi, yaitu salah mengartikan kode DNA," kata McGrath.
Pendapat kedua (second opinion)
"Kami telah mengetahui dampak usia ayah selama beberapa tahun," ujar Harry Fisch, MD, direktur Male Reproductive Center dan direktur urologic microsurgery at Columbia University Medical Center of New York Presbyterian Hospital.
Menurut Fisch, kadar testosteron mulai menurun perlahan-lahan di usia 30 tahun. Idealnya, laki-laki mempunyai anak sebelum usia 30. "Usia 20-an dan awal 30-an adalah usia yang ideal, tetapi kehidupan nyata juga ikut mempengaruhi," ujar Fisch. Mungkin saja pada usia itu dia belum mempunyai pasangan, pasangannya susah hamil, masalah keungan atau berbagai faktor lainnya.
Dalam persepektif studi yang juga dipublikasikan di PLoS Medicine, Mary Cannon, MD, dari the Royal College of Surgeons di Dublin, Irlandia, mengatakan, faktor sosial ekonomi harus ikut diperhitungkan saat meneliti dampak usia ayah atau ibu terhadap kemampuan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar