Selasa, 28 Juni 2011

Tren Harga Komoditas Global Kian Melemah

JAKARTA: Harga sejumlah komoditas melemah, menyentuh level terendah sejak Januari, tertekan keputusan Komite Basel untuk meningkatkan modal minimum perbankan dan kekhawatiran terhadap risiko utang Yunani.

Pergerakan ini memperpanjang penurunan 2 pekan sebelumnya. Harga minyak mentah melemah 1% menjadi US$90,24 per barel, harga tembaga turun 0,9% menjadi US$8.965 per ton.
Sementara itu, harga spot emas untuk pengiriman langsung melemah 0,3% menjadi US$1.498,15 per ounce, level termurah sejak 20 Mei.
Indeks GCSI Standard & Poor yang ditopang oleh 24 bahan mentah turun 1% menjadi 638,28, level terendah sejak 28 Januari, sedangkan nilai dolar menguat untuk hari keempat sementara bursa Asia melemah.
“Permasalahan ini tidak terlalu signifikan. Selama kekuatan ekonomi dunia seperti Jerman masih dapat menunjukkan performa yang baik, kita tidak terlalu khawatir,” ujar Dominic Schnider, pimpinan unit penelitian komoditas di unit pengelolaan kekayaan milik UBS AG seperti dikutip Bloomberg.
Parlemen Yunani akan melakukan proses pemungutan suara untuk rencana penghematan anggaran selama 5 tahun. Rencana penghematan anggaran ini harus lolos jika Yunani ingin mendapatkan lebih banyak bantuan internasional.
Pauline Dan, CEO Samsung Asset Management—yang mengelola aset senilai US$72 miliar, mengatakan spekulasi tentang beberapa bank yang harus meningkatkan modal minimal cukup menjadi perhatian investor.
Menurut data dari Commodity Futures Trading Commission, manager uang memangkas net-long position 13% dalam 18 jenis komoditas menjadi 1,13 juta dalam kontrak berjangka dalam periode 7 hari hingga 21 Juni. (arh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar