JAKARTA - Perbankan syariah melakukan upaya agar lebih dikenal masyarakat. Kali ini, bersama Bank Indonesia (BI), PT Bank Syariah Bukopin melakukan edukasi perbankan syariah kepada para pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ).
Menurut Kepala Divisi Pengembangan dan Supervisi Bisnis Cabang Syariah Bukopin, Noor Cholis, langkah ini dilakukan karena sejumlah perbankan telah menawarkan beragam produk syariah kepada masyarakat, baik melalui bank umum syariah (BUS) maupun bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah.
Ia mengatakan, produk perbankan syariah tak kalah lengkap dari konvensional. “Mulai dari produk tabungan, deposito, hingga giro syariah serta produk pembiayaan, seperti kredit pemilikan rumah dengan dasar akad Islami,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Untuk Syariah Bukopin, Noor Cholis mengatakan, bank ini menawarkan sejumlah produk tabungan seperti Tabungan Siaga dan Tabungan Pendidikan. Khusus Siaga, tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah untuk menyimpan dana dengan akad wadiah yad dhamanah (simpanan yang dijamin) dan bank menjadi tempat penitipan dana nasabah.
“Tabungan ini juga dilengkapi kemudahan nasabah dalam bertransaksi,” jelasnya. Noor Cholis mengatakan, selain bebas biaya bulanan, nasabah juga diberikan sejumlah fasilitas seperti bebas biaya administrasi anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah mitra Syariah Bukopin.
Menurutnya, sejumlah kelengkapan juga dibekali untuk nasabah. Mulai dari electronic banking, sarana penyaluran zakat, infak, dan sedekah serta realtime online di seluruh outlet Syariah Bukopin dan induknya PT Bank Bukopin. “Di samping itu, persyaratan untuk menjadi nasabah cukup mudah,” katanya lagi. Tabungan ini bisa dibuka dengan setoran awal Rp 5 ribu.
Sementara itu, Tabungan Pendidikan merupakan sarana yang disediakan Syariah Bukopin sebagai pilihan investasi pendidikan. Sama seperti Siaga, wadiah juga menjadi akad utama dalam tabungan ini.
Pada kuartal pertama 2011, aset Bank Syariah Bukopin meningkat menjadi Rp 2,1 triliun. Hal ini terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh hingga 13,74 persen menjadi Rp 1,570 triliun dan pembiayaan yang meningkat 16,78 persen menjadi Rp 1,495 triliun.
Seiring pertumbuhan aset, Syariah Bukopin membukukan kenaikan laba 7,29 persen atau sebesar Rp 3,311 miliar. Komposisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio atau CAR) berada pada level 12,21 persen, sedangkan pembiayaan bermasalah (nonperforming financing atau NPF) sebesar 1,57 persen. Syariah Bukopin memiliki 42 outlet jaringan kantor yang terdiri atas delapan kantor cabang. ed: firkah fansuri
Menurut Kepala Divisi Pengembangan dan Supervisi Bisnis Cabang Syariah Bukopin, Noor Cholis, langkah ini dilakukan karena sejumlah perbankan telah menawarkan beragam produk syariah kepada masyarakat, baik melalui bank umum syariah (BUS) maupun bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah.
Ia mengatakan, produk perbankan syariah tak kalah lengkap dari konvensional. “Mulai dari produk tabungan, deposito, hingga giro syariah serta produk pembiayaan, seperti kredit pemilikan rumah dengan dasar akad Islami,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Untuk Syariah Bukopin, Noor Cholis mengatakan, bank ini menawarkan sejumlah produk tabungan seperti Tabungan Siaga dan Tabungan Pendidikan. Khusus Siaga, tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah untuk menyimpan dana dengan akad wadiah yad dhamanah (simpanan yang dijamin) dan bank menjadi tempat penitipan dana nasabah.
“Tabungan ini juga dilengkapi kemudahan nasabah dalam bertransaksi,” jelasnya. Noor Cholis mengatakan, selain bebas biaya bulanan, nasabah juga diberikan sejumlah fasilitas seperti bebas biaya administrasi anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah mitra Syariah Bukopin.
Menurutnya, sejumlah kelengkapan juga dibekali untuk nasabah. Mulai dari electronic banking, sarana penyaluran zakat, infak, dan sedekah serta realtime online di seluruh outlet Syariah Bukopin dan induknya PT Bank Bukopin. “Di samping itu, persyaratan untuk menjadi nasabah cukup mudah,” katanya lagi. Tabungan ini bisa dibuka dengan setoran awal Rp 5 ribu.
Sementara itu, Tabungan Pendidikan merupakan sarana yang disediakan Syariah Bukopin sebagai pilihan investasi pendidikan. Sama seperti Siaga, wadiah juga menjadi akad utama dalam tabungan ini.
Pada kuartal pertama 2011, aset Bank Syariah Bukopin meningkat menjadi Rp 2,1 triliun. Hal ini terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh hingga 13,74 persen menjadi Rp 1,570 triliun dan pembiayaan yang meningkat 16,78 persen menjadi Rp 1,495 triliun.
Seiring pertumbuhan aset, Syariah Bukopin membukukan kenaikan laba 7,29 persen atau sebesar Rp 3,311 miliar. Komposisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio atau CAR) berada pada level 12,21 persen, sedangkan pembiayaan bermasalah (nonperforming financing atau NPF) sebesar 1,57 persen. Syariah Bukopin memiliki 42 outlet jaringan kantor yang terdiri atas delapan kantor cabang. ed: firkah fansuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar