Kamis, 30 Juni 2011

Penurunan stok dongkrak harga minyak

SINGAPURA: Harga kontrak minyak mentah naik untuk hari ketiga di New York setelah satu laporan pemerintah menunjukkan cadangan komoditas itu merosot tiga kali lebih besar dari prediksi analis di Amerika Serikat, konsumen terbesar hasl pertambangan tersebut.

Harga perdagangan berjangka meningkat 0,5% setelah dua hari mencatat reli terbesar dalam tujuh minggu. Departemen Energi menyebutkan cadangan minyak mentah turun 4,38 juta barel dibandingkan dengan penurunan 1,5 juta barel yang diproyeksi rata-rata analis.

Harga minyak naik 4,4% sejak 23 Juni, ketika stok turun 4,6% setelah badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan pelepasan 60 juta barel dari cadangan stratagis, termasuk 30 juta dari AS.

"Harga minyak mentah menguat. Angka itu [stok] menunjukkan kita kehilangan banyak impor" ujar Carl Larry, direktur riset dan derivatif energi pada Blue Ocean Brokerage di New York.

Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik US$0,50 menjadi US$95,27 per barel dalam perdagangan elektronika di New York Mercantile Exchange dan tercatat US$95,22 pada pukul 9:00 waktu Sydney time.

Harga kontrak kemarin naik US$1,88 jadi US$94,77, yang menjadikan kenaikan dua hari 4,6%, tertinggi sejak 10 Mei. Harga meningkat 26% tahun lalu dan turun 11% pada kuartal II. (tw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar