Selasa, 28 Juni 2011

Penduduk RI bisa capai 450 juta jiwa

JAKARTA: Penduduk Indonesia pada 2050 diprediksi mencapai 450 juta jiwa, atau naik hampir dua kali lipat dari sekarang yang berjumlah 237,6 juta jiwa, jika program keluarga berencana tidak berjalan dengan baik.


Saat ini jumlah penduduk Indonesia nomor 4 didunia, setelah India, China, dan Amerika Serikat.

"Kelebihan penduduk ini bisa jadi positif bila dikelola dengan baik, terutama bidang ekonomi, bisa berdampak positif. Misalnya memperkuat hasil usaha kecil dan menengah, dan industri kecil melalui penjualan pameran," kata Herawati Boediono, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), hari ini.

Isteri Wakil Presiden Boediono itu bericara pada acara pameran hasil kerajinan dan pasar murah di Lembang, Bandung Barat, dalam rangkaian memperingati Hari Keluarga XVIII Tingkat Nasional 2011, yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Acara tersebut dipusatkan di Lembang, Jawa Barat, dan berlangsung hingga 30 Juni.

Herawati mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk merencanakan kelahiran anak dan mengatur keluarga sebaik-baiknya. "Diantaranya dengan mendukung program kependudukan dan keluarga berencana (KKB)," ujarnya seperti dikutip dalam rilis BKKBN.

Dengan jumlah penduduk yang besar ini, katanya, kalau banyak dan berkualitas , tidak menjadi masalah. "Yang dikhawatirkan adalah jumlah penduduk banyak tapi sebagian besar tidak potensial,” ungkapnya.

Herawati menekankan pentingnya keluarga meningkatkan kesejahteraan keluarga. Misalnya dengan ikut serta pada program pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Salah satu yang direncanakan dalam keluarga adalah upaya peningkatan ekonomi. Jangan sampai keluarga menjadi terpecah belah karena masalah ekonomi,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sugiri Syarief mengatakan tema hari keluarga tahun ini ditekankan pada peran serta keluarga dalam mendukung program kependudukan dan KB. Program penurunan laju pertumbuhan penduduk akan berhasil, kalau didukung seluruh keluarga Indonesia.

“Kalau jumlah penduduk semakin banyak, dan tidak sebanding dengan tingkat pembangunan dan pertumbuhan perekonomian, maka hasil yang dirasakan jadi tidak merata. Karena itu KB menjadi program penting dalam mendukung pemerataan hasil pembangunan,” ujarnya.

Saat ini laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Indonesia, katanya, masih berada di angka 1,49%. Artinya, dalam setahun jumlah kelahiran sekira 4 juta jiwa. Jika tidak ingin ledakan penduduk terjadi di Indonesia, maka LPP harus dibatasi hingga angka 1,1%. “Target kita pada 2015, LPP bisa sampai di angka 1,1%,” tambahnya.

Hari Keluarga ke-18 ini diikuti oleh sedikitnya 25.000 orang dari seluruh Indonesia. Mereka terdiri atas para kader PKK, kelompok Upaya Pemberdayaan Perekonomian Keluarga Sejahtera (UPPKS) binaan BKKBN provinsi, lintas sektoral, dan masyarakat luas. Puncak acara diperingati 30 Juni.(api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar