JAKARTA-Pangsa pasar tabungan Bank Syariah Mandiri (BSM) terus mengalami peningkatan. Per April 2011, BSM mencatat kenaikan hingga 45,53 persen dibanding periode sebelumnya.
Direktur Ritel Banking BSM, Hanawijaya, mengatakan, pangsa pasar tabungan meningkat karena pertumbuhan income per kapita BSM yang meningkat. “Selain itu, tentunya kesadaran masyarakat untuk memilih syariah ini juga membuat kita naik 40-an persen,” katanya saat ditemui Republika di sela-sela kegiatan “BSM Gelegar Hadiah III”, Sabtu (25/6).
Per April 2011, BSM mencatat portofolio tabungan telah mencapai Rp 10,69 triliun. Bank ini mencatat kenaikan sebesar 45,44 persen dibanding posisi April 2010 lalu sebesar Rp 7,35 triliun.
Hanawijaya berujar, tabungan mudharabah mendominasi kenaikan ini hingga 85 persen. Akad ini, menurutnya, digunakan hampir pada semua produk tabungan BSM, mulai dari tabungan BSM, tabungan cendekia, hingga tabungan rencana. “Sedangkan sisanya, sekitar 15 persen, berasal dari tabungan wadiah pada tabungan haji,” jelasnya.
Pada periode yang sama, BSM mencatat kenaikan aset menjadi Rp 34,09 triliun dengan komposisi dana pihak ketiga (DPK) Rp 31,07 triliun dan pembiayaan Rp 27,31 triliun. Secara pangsa pasar, aset BSM meningkat 34,71 persen, dengan peningkatan market share DPK sebesar 39,05 persen dan pembiayaan sebesar 36,16 persen. “Khusus untuk DPK, sebagian berasal dari ritel,” katanya. Hal senada juga terlihat pada pembiayaan, di mana ritel mendominasi hingga 69,03 persen, sedangkan sisanya disalurkan ke sektor korporasi.
Sementara itu, Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi mengatakan, dana nasabah melalui tabungan yang ditipkan ke BSM tidak hanya disalurkan pada pembiayaan secara umum, namun juga pembiayaan yang memberi manfaat.ed: nidia zuraya
Direktur Ritel Banking BSM, Hanawijaya, mengatakan, pangsa pasar tabungan meningkat karena pertumbuhan income per kapita BSM yang meningkat. “Selain itu, tentunya kesadaran masyarakat untuk memilih syariah ini juga membuat kita naik 40-an persen,” katanya saat ditemui Republika di sela-sela kegiatan “BSM Gelegar Hadiah III”, Sabtu (25/6).
Per April 2011, BSM mencatat portofolio tabungan telah mencapai Rp 10,69 triliun. Bank ini mencatat kenaikan sebesar 45,44 persen dibanding posisi April 2010 lalu sebesar Rp 7,35 triliun.
Hanawijaya berujar, tabungan mudharabah mendominasi kenaikan ini hingga 85 persen. Akad ini, menurutnya, digunakan hampir pada semua produk tabungan BSM, mulai dari tabungan BSM, tabungan cendekia, hingga tabungan rencana. “Sedangkan sisanya, sekitar 15 persen, berasal dari tabungan wadiah pada tabungan haji,” jelasnya.
Pada periode yang sama, BSM mencatat kenaikan aset menjadi Rp 34,09 triliun dengan komposisi dana pihak ketiga (DPK) Rp 31,07 triliun dan pembiayaan Rp 27,31 triliun. Secara pangsa pasar, aset BSM meningkat 34,71 persen, dengan peningkatan market share DPK sebesar 39,05 persen dan pembiayaan sebesar 36,16 persen. “Khusus untuk DPK, sebagian berasal dari ritel,” katanya. Hal senada juga terlihat pada pembiayaan, di mana ritel mendominasi hingga 69,03 persen, sedangkan sisanya disalurkan ke sektor korporasi.
Sementara itu, Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi mengatakan, dana nasabah melalui tabungan yang ditipkan ke BSM tidak hanya disalurkan pada pembiayaan secara umum, namun juga pembiayaan yang memberi manfaat.ed: nidia zuraya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar