Rabu, 29 Juni 2011

Lapindo Brantas dianugerahi Pagebluk Award 2011

SURABAYA: Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia memberikan penghargaan lingkungan hidup Pagebluk Award 2011 kepada penyelamat dan perusak lingkungan, di mana Lapindo Brantas Inc. dikukuhkan sebagai perusak serta menimbulkan bencana lingkungan hidup di Jawa Timur.

Penyerahan anugerah penghargaan lingkungan hidup Pagebluk Award 2011 akan dilakukan di BG Junction, Surabaya, pada Kamis/30 Juni besok, dengan menetapkan 14 nominator.
Penganugerahan bidang lingkungan hidup itu merupakan agenda lima tahunan, setelah even serupa digelar pertama kali pada 2006.
Ketua KJPL Indonesia Teguh Ardi Srianto mengatakan tim komunitas jurnalis tersebut telah melakukan survei dan mengumpulkan data atas perusahaan, lembaga dan perorangan yang akan diberikan penghargaan terkait agenda Pagebluk Award 2011.
Menurut dia, survei dilakukan berulangkali, sehingga tidak diketahui oleh para nominator/calon penerima Pagebluk Award 2011. Tahun ini terdapat 14 nominator [sebagai penyelamat dan perusak lingkungan] yang akan diberikan penghargaan bidang lingkungan hidup tersebut.
“Dari 14 nominator, Lapindo Brantas Inc. dipastikan sebagai juara bertahan dalam merusak dan menimbulkan bencana lingkungan hidup di Jawa Timur. Pada Pagebluk Award 2006 Lapindo juga mendapatkan penghargaan yang sama dari kami,” ujar Teguh, yang juga reporter Radio Suara Surabaya, melalui siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini.
Sebagaimana diketahui, Lapindo Brantas pada 2006 melakukan pengeboran ladang migas di Sidoarjo, Jawa Timur, dimana sumur migas itu setiap hari mengeluarkan ribuan kubik lumpur. Bencana lingkungan itu belum dapat diatasi hingga saat ini.
Teguh menambahkan Lapindo Brantas tidak bisa merubah aksi kejahatan lingkungan, sehingga merugikan banyak warga dan menimbulkan kerugian materiil dan imateriil yang tidak ternilai.
Para penyelamat lingkungan juga akan diberikan penghargaan Pagebluk Award 2011, terutama yang telah lama berkiprah menyelamatkan lingkungan dengan tulus ikhlas tanpa diperhatikan pemerintah. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar