1. Gula biasa
Gula biasa sering disebut sebagai sukrosa. Bahan ini memiliki struktur kimia disakarida karena terbuat dari dua molekul gula yakni glukosa dan fruktosa. Kedua molekul itu terikat secara kimia dan akhirnya dihasilkan sebagai sukrosa. Ketika sukrosa dimakan oleh manusia, tubuh melepaskan enzim yang disebut sukrase yang digunakan untuk memecahnya kembali menjadi glukosa dan fruktosa. Ketika dipecah menjadi komponen-komponen itu, tubuh pun untuk menyerapnya.
2. Sirup jagung
Pembuatan sirup jagung dimulai tentunya dari jagung. Kandungan tertinggi dari jagung adalah pati. Pati adalah gula kompleks karena mengandung banyak rantai glukosa. Struktur gula kompleks disebut sebagai polisakarida. Tanaman menggunakan pati amilase untuk memecah pati menjadi gula. Rasa sirup jagung kurang manis jika dibandingkan dengan gula biasa. Namun, banyak produsen menggunakan enzim yang disebut invertase untuk mengonversi banyak glukosa dalam sirup jagung menjadi fruktosa rasanya manis.
Meskipun baik sirup jagung maupun gula biasa mengandung fruktosa, penting untuk dipahami bahwa sirup jagung mengandung kadar fruktosa tinggi. Ini berarti bahwa mengonsumsi sirup jagung lebih lama dapat menyebabkan obesitas karena kadar fruktosa yang tinggi di dalamnya. (Pri/OL-06)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar