JAKARTA. Komisi VII DPR mempertanyakan kontribusi PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) yang turun drastis sejak 2008. Kontribusi perusahaan itu terhadap negara berupa pajak dan pendapatan bukan pajak (PNBP) pada 2008 tercatat sebesar Rp3,5 triliun. Angka itu melorot menjadi Rp 817,4 miliar pada 2009 dan meningkat tipis menjadi Rp 861,9 miliar pada 2010.
"Mengapa kontribusi pajak dan PNBP melorot. Apa laba turun? Newmont saja bisa kontribusi Rp 6 triliun per tahun dari satu jenis tambang saja. Mengapa Antam hanya kecil padahal dari banyak tambang," tutur anggota Komisi VII DPR I Wayan Gunastra, Senin (27/6).
Dia menyayangkan, perusahaan negara itu yang hanya mengelola aset berjumlah kecil. Hal itu pun dibarengi dengan setoran kontribusi negara yang terbilang kecil.
Menurut dia, lahan tambang emas yang sudah dikuasai oleh dua produsen asing yaitu Freeport dan Newmont seharusnya disisipkan PT Antam (Persero) Tbk menjadi pemegang saham sebagai wakil negara. "Apa bisa Antam minta rujukan pemerintah kelola lahan tambang besar? Sehingga tidak miris kalau CSR kecil dananya," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk Alwinsyah Loebis menjelaskan, besarnya perbedaan kontribusi terhadap negara antara 2008 dengan tahun-tahun berikutnya karena adanya penurunan harga komoditi saat itu. Sehingga, setoran kontribusi negara dalam bentuk pajak dan royalti pada 2008 jauh lebih tinggi ketimbang tahun-tahun berikutnya.
Untuk diketahui, setoran kontribusi terhadap negara pada 2008 merupakan hasil perolehan 2007 yang memiliki situasi harga komoditi rendah. Akibatnya laba bersih 2007 yang didaftarkan pada kontribusi untuk negara 2008 pun mencapai Rp 3,5 triliun.
"Dari segi laba bersih, dibanding 2007, tahun lalu memang turun. Pada 2007 itu ada harga komoditi yang turun makanya kita dapat kelebihan profit," jelas dia.
"Mengapa kontribusi pajak dan PNBP melorot. Apa laba turun? Newmont saja bisa kontribusi Rp 6 triliun per tahun dari satu jenis tambang saja. Mengapa Antam hanya kecil padahal dari banyak tambang," tutur anggota Komisi VII DPR I Wayan Gunastra, Senin (27/6).
Dia menyayangkan, perusahaan negara itu yang hanya mengelola aset berjumlah kecil. Hal itu pun dibarengi dengan setoran kontribusi negara yang terbilang kecil.
Menurut dia, lahan tambang emas yang sudah dikuasai oleh dua produsen asing yaitu Freeport dan Newmont seharusnya disisipkan PT Antam (Persero) Tbk menjadi pemegang saham sebagai wakil negara. "Apa bisa Antam minta rujukan pemerintah kelola lahan tambang besar? Sehingga tidak miris kalau CSR kecil dananya," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk Alwinsyah Loebis menjelaskan, besarnya perbedaan kontribusi terhadap negara antara 2008 dengan tahun-tahun berikutnya karena adanya penurunan harga komoditi saat itu. Sehingga, setoran kontribusi negara dalam bentuk pajak dan royalti pada 2008 jauh lebih tinggi ketimbang tahun-tahun berikutnya.
Untuk diketahui, setoran kontribusi terhadap negara pada 2008 merupakan hasil perolehan 2007 yang memiliki situasi harga komoditi rendah. Akibatnya laba bersih 2007 yang didaftarkan pada kontribusi untuk negara 2008 pun mencapai Rp 3,5 triliun.
"Dari segi laba bersih, dibanding 2007, tahun lalu memang turun. Pada 2007 itu ada harga komoditi yang turun makanya kita dapat kelebihan profit," jelas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar