JAKARTA: PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk tidak akan membagi dividen dan menahan seluruh laba bersih 2010 sebesar Rp28,29 miliar guna memperkuat struktur permodalan perseroan.
Direktur Utama Bank Windu Herman Sujono mengatakan laba tersebut tumbuh 76,07% dari Rp16,06 miliar pada tahun sebelumnya. "Pertumbuhan ini menunjukan setiap tahunnya kami tumbuh secara positif, begitu juga tahun depan ini kami bisa tumbuh positif," ungkapnya usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), kemarin.
Dia optimistis pertumbuhan tahun ini akan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dengan menargetkan pertumbuhan kredit mencapai sekitar 43% dari Rp2,96 triliun pada 2010 menjadi Rp4 triliun-Rp4,25 triliun pada tahun ini.
Sementara itu, hingga Mei 2011 kredit perseroan telah mencapai Rp3,3 triliun, atau baru mencapai pertumbuhan 11,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Herman mengaku optimistis karena menurutnya pertumbuhan kredit biasanya baru meningkat pada semester kedua.
Selain itu, perseroan juga masih memiliki sisa dana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) sebesar Rp25,80 miliar yang dialokasikan untuk ekspansi kredit.
Adapun hasil bersih PUT I Bank Windu adalah Rp201,43 miliar. Dari dana tersebut Rp 120,86 miliar digunakan untuk ekspansi kredit, Rp10,71 miliar bagi pengembangan teknologi sistem informasi, dan sisanya Rp70,50 miliar bagi pengembangan kantor baru.
Di luar PUT I, guna menunjang pertumbuhan kredit, perseroan menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 38,12% menjadi Rp5 triliun pada akhir tahun ini dari Rp3,62 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan DPK tersebut telah terealisasi 16,02% pada Mei 2011, atau menjadi Rp4,2 triliun.
Porsi DPK perseroan saat ini 22% berupa dana murah (credit and saving account/ CASA) dan 78% berupa deposito. Herman menargetkan pada akhir tahun 2011, porsi tersebut akan bergeser menjadi 25% berupa dana murah dan sisanya deposito. (bsi)
Direktur Utama Bank Windu Herman Sujono mengatakan laba tersebut tumbuh 76,07% dari Rp16,06 miliar pada tahun sebelumnya. "Pertumbuhan ini menunjukan setiap tahunnya kami tumbuh secara positif, begitu juga tahun depan ini kami bisa tumbuh positif," ungkapnya usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), kemarin.
Dia optimistis pertumbuhan tahun ini akan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dengan menargetkan pertumbuhan kredit mencapai sekitar 43% dari Rp2,96 triliun pada 2010 menjadi Rp4 triliun-Rp4,25 triliun pada tahun ini.
Sementara itu, hingga Mei 2011 kredit perseroan telah mencapai Rp3,3 triliun, atau baru mencapai pertumbuhan 11,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Herman mengaku optimistis karena menurutnya pertumbuhan kredit biasanya baru meningkat pada semester kedua.
Selain itu, perseroan juga masih memiliki sisa dana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) sebesar Rp25,80 miliar yang dialokasikan untuk ekspansi kredit.
Adapun hasil bersih PUT I Bank Windu adalah Rp201,43 miliar. Dari dana tersebut Rp 120,86 miliar digunakan untuk ekspansi kredit, Rp10,71 miliar bagi pengembangan teknologi sistem informasi, dan sisanya Rp70,50 miliar bagi pengembangan kantor baru.
Di luar PUT I, guna menunjang pertumbuhan kredit, perseroan menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 38,12% menjadi Rp5 triliun pada akhir tahun ini dari Rp3,62 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan DPK tersebut telah terealisasi 16,02% pada Mei 2011, atau menjadi Rp4,2 triliun.
Porsi DPK perseroan saat ini 22% berupa dana murah (credit and saving account/ CASA) dan 78% berupa deposito. Herman menargetkan pada akhir tahun 2011, porsi tersebut akan bergeser menjadi 25% berupa dana murah dan sisanya deposito. (bsi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar