JAKARTA - Sejumlah bank merasa terbebani kewajiban mewujudkan keterjangkauan sistem keuangan (financial inclusion). Bank lebih tertarik menggenjot laba dan menganggap upaya mewujudkan financial inclusion akan memperberat biaya operasional.
Wakil Direktur BTN Evi Firmasnyah menyatakan, untuk mencapai keterjangkauan sistem keuangan, bank membutuhkan biaya besar, terutama memperluas jaringan sampai ke daerah-daerah agar bisa menjangkau nasabah yang belum terakses bank. “Untuk itu, biayanya tidak sedikit,” katanya di Jakarta, Senin (27/6).
Menurutnya, hal itu bisa diatasi bila bekerja sama dengan sejumlah institusi di luar perbankan, seperti pegadaian dan kantor pos yang memiliki jaringan sangat luas. Tapi, beban yang dibayar tetap menjadi tanggung jawab perbankan. Apalagi, kata dia, wacana finansial inklusi bukanlah suatu keharusan. “Bentuknya masih himbauan, belum berbentuk rencana aksi.” Kalau BI mendesak bank, ia menyarankan agar bank sentral mesti membuat komitmen tertentu dengan bank. Misalnya, jelasnya, memberikan sejumlah insentif bagi bank yang melakukannya.
Direktur Bank DKI Eko Budiwiyono menambahkan, konsep finansial inklusi lebih terfokus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tapi, ujar dia, “Pemberian pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan adalah tanggung jawab bank sentral.” BI, kata Eko, bisa menggandeng pihak lain untuk mengedukasi publik. Ia juga membenarkan, biaya operasional meningkat bila tanggung jawab itu dilimpahkan kepada bank. “Kegiatan ini tidak ada keuntungan bisnisnya,” jelasnya. ed: zaky al hamzah
Gencar Menabung
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengampanyekan gemar menabung dalam program Tabunganku. Hingga kini, secara keseluruhan, tercatat 60 juta orang menjadi nasabah bank dan sebanyak 40 juta orang belum memiliki akses ke perbankan.
(+) Tabunganku 2011*
Saldo Rp 1,5 triliun
Target Rp 5 triliun
Ket: (*) Per Kuartal I sejak diluncurkan Februari 2010.
(+) Target Tabunganku hingga 2014 Rp 50 triliun
(+) Bank Terlibat
- Bank umum (konvensional dan syariah) dan BPD 70 bank
- BPR (konvensional dan syariah) 1.180
(+) Nasabah
Terdaftar 60 juta orang
Belum punya akses 40 juta orang
Jumlah rekening** 97.500.958 rekening
Total simpanan nasabah bank umum** Rp 2.330,58 triliun
Ket: (**) Per Januari 2011
Sumber: Pusat Data Republika.
Wakil Direktur BTN Evi Firmasnyah menyatakan, untuk mencapai keterjangkauan sistem keuangan, bank membutuhkan biaya besar, terutama memperluas jaringan sampai ke daerah-daerah agar bisa menjangkau nasabah yang belum terakses bank. “Untuk itu, biayanya tidak sedikit,” katanya di Jakarta, Senin (27/6).
Menurutnya, hal itu bisa diatasi bila bekerja sama dengan sejumlah institusi di luar perbankan, seperti pegadaian dan kantor pos yang memiliki jaringan sangat luas. Tapi, beban yang dibayar tetap menjadi tanggung jawab perbankan. Apalagi, kata dia, wacana finansial inklusi bukanlah suatu keharusan. “Bentuknya masih himbauan, belum berbentuk rencana aksi.” Kalau BI mendesak bank, ia menyarankan agar bank sentral mesti membuat komitmen tertentu dengan bank. Misalnya, jelasnya, memberikan sejumlah insentif bagi bank yang melakukannya.
Direktur Bank DKI Eko Budiwiyono menambahkan, konsep finansial inklusi lebih terfokus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tapi, ujar dia, “Pemberian pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan adalah tanggung jawab bank sentral.” BI, kata Eko, bisa menggandeng pihak lain untuk mengedukasi publik. Ia juga membenarkan, biaya operasional meningkat bila tanggung jawab itu dilimpahkan kepada bank. “Kegiatan ini tidak ada keuntungan bisnisnya,” jelasnya. ed: zaky al hamzah
Gencar Menabung
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengampanyekan gemar menabung dalam program Tabunganku. Hingga kini, secara keseluruhan, tercatat 60 juta orang menjadi nasabah bank dan sebanyak 40 juta orang belum memiliki akses ke perbankan.
(+) Tabunganku 2011*
Saldo Rp 1,5 triliun
Target Rp 5 triliun
Ket: (*) Per Kuartal I sejak diluncurkan Februari 2010.
(+) Target Tabunganku hingga 2014 Rp 50 triliun
(+) Bank Terlibat
- Bank umum (konvensional dan syariah) dan BPD 70 bank
- BPR (konvensional dan syariah) 1.180
(+) Nasabah
Terdaftar 60 juta orang
Belum punya akses 40 juta orang
Jumlah rekening** 97.500.958 rekening
Total simpanan nasabah bank umum** Rp 2.330,58 triliun
Ket: (**) Per Januari 2011
Sumber: Pusat Data Republika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar