JAKARTA-- Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalbar mencatat pertumbuhan signifikan di kuartal pertama 2011. Menurut Direktur Pemasaran Bank Kalbar, Sirwan Fahrudin, terjadi pertumbuhan 39,99 persen dibanding Maret 2010.
"Aset kita saja meningkat dari sebelumnya Rp 240,880 miliar menjadi Rp 337,202 miliar," katanya kepada Republika, Kamis (26/5). Dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 48,08 persen atau menjadi Rp 124,839 miliar, dibanding periode tahun sebelumnya Rp 84,305 miliar.
Deposito masih mendominasi DPK dengan total pengumpulan dana mencapai Rp 76,808 miliar atau meningkat 36,63 persen dibanding sebelumnya Rp 56,216 miliar. Meskipun demikian, kenaikan tertinggi justru terjadi pada tabungan iB yang mengalami peningkatan 78,57 persen, dari Rp 25,850 miliar menjadi Rp 46,162 miliar.
"Peningkatan DPK tak lepas dari penambahan fitur." Ia mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) dan produk tabungan yang menyertakan undian hadiah, menjadi salah satu penyebab.
Dari sisi pembiayaan, UUS Bank Kalbar mencatat peningkatan penyaluran dana sebesar 24,76 persen atau menjadi Rp 183,885 miliar, dibanding periode sebelumnya Rp 147,394 miliar. Pembiayaan di sektor konsumtif masih menjadi sektor dominan dengan komposisi lebih dari 90 persen.
"Hal ini disebabkan margin pembiayaan kita cukup kompetitif," ujarnya. Ia mengatakan fakta ini membuat UUS Bank Kalbar mampu bersaing dengan bank umum syariah (BUS).
Meningkatnya aset UUS Bank Kalbar juga memberi peningkatan pada pencapaian laba. UUS Bank Kalbar selama kuartal pertama ini mengalami kenaikan laba 35,64 persen atau menjadi Rp 6,482 miliar, dibanding periode sebelumnya Rp 4,779 miliar.
"Kita optimistis target aset tahun ini bakal tercapai," jelasnya. Hingga akhir 2011, UUS Bank Kalbar menargetkan mencapai aset Rp 532,899 miliar atau meningkat 67,38 persen dari realisasi pada Desember 2010. ed: firkah fansuri
"Aset kita saja meningkat dari sebelumnya Rp 240,880 miliar menjadi Rp 337,202 miliar," katanya kepada Republika, Kamis (26/5). Dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 48,08 persen atau menjadi Rp 124,839 miliar, dibanding periode tahun sebelumnya Rp 84,305 miliar.
Deposito masih mendominasi DPK dengan total pengumpulan dana mencapai Rp 76,808 miliar atau meningkat 36,63 persen dibanding sebelumnya Rp 56,216 miliar. Meskipun demikian, kenaikan tertinggi justru terjadi pada tabungan iB yang mengalami peningkatan 78,57 persen, dari Rp 25,850 miliar menjadi Rp 46,162 miliar.
"Peningkatan DPK tak lepas dari penambahan fitur." Ia mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) dan produk tabungan yang menyertakan undian hadiah, menjadi salah satu penyebab.
Dari sisi pembiayaan, UUS Bank Kalbar mencatat peningkatan penyaluran dana sebesar 24,76 persen atau menjadi Rp 183,885 miliar, dibanding periode sebelumnya Rp 147,394 miliar. Pembiayaan di sektor konsumtif masih menjadi sektor dominan dengan komposisi lebih dari 90 persen.
"Hal ini disebabkan margin pembiayaan kita cukup kompetitif," ujarnya. Ia mengatakan fakta ini membuat UUS Bank Kalbar mampu bersaing dengan bank umum syariah (BUS).
Meningkatnya aset UUS Bank Kalbar juga memberi peningkatan pada pencapaian laba. UUS Bank Kalbar selama kuartal pertama ini mengalami kenaikan laba 35,64 persen atau menjadi Rp 6,482 miliar, dibanding periode sebelumnya Rp 4,779 miliar.
"Kita optimistis target aset tahun ini bakal tercapai," jelasnya. Hingga akhir 2011, UUS Bank Kalbar menargetkan mencapai aset Rp 532,899 miliar atau meningkat 67,38 persen dari realisasi pada Desember 2010. ed: firkah fansuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar