Kamis, 26 Mei 2011

Pemerintah Tekan Defisit dengan Pinjaman

JAKARTA--MICOM: Pemerintah berencana menekan defisit anggaran pada 2012 hingga 1,4-1,6 persen melalui optimalisasi pinjaman bilateral maupun multilateral dari lembaga donor internasional.

Menurut Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (25/5), upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pemerintah pada penerbitan obligasi negara.

"Kami harus jaga juga utangnya biar tidak terlalu banyak, kecuali DPR bisa menerima pembiayaan yang bersumber bukan dari surat utang tetapi dari lembaga internasional yang sebenarnya lebih murah cost of fund-nya," ujarnya.

"Pinjaman luar negeri jauh lebih murah (dibanding penerbitan SBN) Kalau surat utang mana ada grass period. Ini (pinjaman) kan ada. Tingkat bunganya pun jauh di bawah (obligasi negara)," ujarnya.

Untuk itu, Bambang melanjutkan, dalam meminimalkan risiko utang, negosiasi dengan lembaga-lembaga donor internasional perlu diperkuat untuk meminimalkan biaya utang.

Upaya lainnya adalah memanfaatkan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) untuk mengurangi tambahan utang serta menjaga stabilitas perekonomian, meningkatkan investasi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan mengembangkan dana bergulir untuk pembiayaan rumah dan kredit usaha rakyat. (Ant/OL-2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar