DOHA -- Hongkong Shanghai Banking Corp (HSBC) Amanah, unit usaha syariah raksasa HSBC, akan menghentikan operasinya di Qatar. Keputusan ini bakal direalisasikan akhir tahun 2011.
Kebijakan Bank Sentral Qatar yang meminta semua bank konvensional mengubah unit syariah dan dijadikan bank syariah baru menjadi alasan HSBC mengambil langkah tersebut. HSBC berharap bank sentral mau bernegosiasi kembali mengenai keputusan ini.
"Arah Bank Sentral adalah cukup jelas," ujar Kepala Daerah Strategi dan Perencanaan HSBC Timur Tengah, Steve Bottomley, seperti dikutip The National, Selasa (24/5). Menurutnya, Bank Sentral Qatar amat tidak terbuka untuk interpretasi lain dan fleksibilitas.
Karenanya, ia mengaku HSBC terpaksa menghentikan layanannya bagi nasabah perbankan syariah di Qatar. "Pada akhir tahun ini, kita harus melakukan migrasi bisnis Islam kita kembali ke konvensional," jelasnya.
Akibat tindakan bank sentral ini, HSBC Amanah kini menjajaki kemungkinan Oman dan Mesir sebagai pasar potensial. Keputusan Oman yang melegalkan berdirinya perbankan syariah melalui unit syariah serta digulingkannya rezim Presiden Husni Mubarak di Mesir yang mendorong tumbuhnya keuangan syariah menjadi alasan HSBC.
Meski demikian, Steve mengaku para pekerja di HSBC Amanah bakal segera diserap dalam bank konvensional. Ia menegaskan pemutusan kerja kemungkinan tak akan dilakukan pihaknya.
Keputusan ini, dinilai sejumlah pengamat, bakal menghambat aktivitas bank tersebut dalam pembiayaan proyek, khususnya yang terkait dengan kesiapan Qatar menjadi tuan rumah piala dunia sepak bola pada 2022. Pasalnya, sudah dipastikan HSBC tak akan mampu untuk melakukan pembiayaan dengan sejumlah instrumen syariah, seperti sukuk, meskipun masih memiliki kemungkinan lewat usaha konvensionalnya.
Kekesalan HSBC dengan peraturan baru Bank Sentral Qatar telah menjadi rahasia umum di kalangan industri perbankan. Pasalnya, HSBC Amanah di Qatar baru beroperasi Juli 2010. Namun, HSBC mengatakan Qatar tetap menjadi pasar strategis, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
April lalu, Bank ini mengumumkan merumahkan lebih dari 12 ribu tenaga kerja di Timur Tengah. Seorang juru bicara mengatakan setidaknya 3.100 staf di Uni Emirat Arab terpaksa kehilangan pekerjaan mereka akibat keputusan ini.
Di kuartal pertama 2011, keuntungan HSBC di Timur Tengah meningkat 91,4 persen menjadi 335 juta dolar AS. ed: firkah fansuri
Kebijakan Bank Sentral Qatar yang meminta semua bank konvensional mengubah unit syariah dan dijadikan bank syariah baru menjadi alasan HSBC mengambil langkah tersebut. HSBC berharap bank sentral mau bernegosiasi kembali mengenai keputusan ini.
"Arah Bank Sentral adalah cukup jelas," ujar Kepala Daerah Strategi dan Perencanaan HSBC Timur Tengah, Steve Bottomley, seperti dikutip The National, Selasa (24/5). Menurutnya, Bank Sentral Qatar amat tidak terbuka untuk interpretasi lain dan fleksibilitas.
Karenanya, ia mengaku HSBC terpaksa menghentikan layanannya bagi nasabah perbankan syariah di Qatar. "Pada akhir tahun ini, kita harus melakukan migrasi bisnis Islam kita kembali ke konvensional," jelasnya.
Akibat tindakan bank sentral ini, HSBC Amanah kini menjajaki kemungkinan Oman dan Mesir sebagai pasar potensial. Keputusan Oman yang melegalkan berdirinya perbankan syariah melalui unit syariah serta digulingkannya rezim Presiden Husni Mubarak di Mesir yang mendorong tumbuhnya keuangan syariah menjadi alasan HSBC.
Meski demikian, Steve mengaku para pekerja di HSBC Amanah bakal segera diserap dalam bank konvensional. Ia menegaskan pemutusan kerja kemungkinan tak akan dilakukan pihaknya.
Keputusan ini, dinilai sejumlah pengamat, bakal menghambat aktivitas bank tersebut dalam pembiayaan proyek, khususnya yang terkait dengan kesiapan Qatar menjadi tuan rumah piala dunia sepak bola pada 2022. Pasalnya, sudah dipastikan HSBC tak akan mampu untuk melakukan pembiayaan dengan sejumlah instrumen syariah, seperti sukuk, meskipun masih memiliki kemungkinan lewat usaha konvensionalnya.
Kekesalan HSBC dengan peraturan baru Bank Sentral Qatar telah menjadi rahasia umum di kalangan industri perbankan. Pasalnya, HSBC Amanah di Qatar baru beroperasi Juli 2010. Namun, HSBC mengatakan Qatar tetap menjadi pasar strategis, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
April lalu, Bank ini mengumumkan merumahkan lebih dari 12 ribu tenaga kerja di Timur Tengah. Seorang juru bicara mengatakan setidaknya 3.100 staf di Uni Emirat Arab terpaksa kehilangan pekerjaan mereka akibat keputusan ini.
Di kuartal pertama 2011, keuntungan HSBC di Timur Tengah meningkat 91,4 persen menjadi 335 juta dolar AS. ed: firkah fansuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar