JAKARTA: Pemerintah akan menetapkan delapan proyek infrastruktur senilai Rp200 triliun sebagai pionir dari rencana induk ekonomi atau master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) pada 27 Mei.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan delapan proyek itu sudah direncanakan sejak tahun lalu dan akan luncurkan secara resmi oleh kepala negara.
“Presiden akan meluncurkan MP3EI yang sudah kita bahas sejak cukup lama dari 2010. Proyek ini melibatkan seluruh stakeholder kita, BUMN, swasta maupun pemerintah daerah, mulai dari pengusaha kecil sampai pengusaha besar,” katanya di Istana Wapres, hari ini.
Kedelapan proyek pionir itu di antaranya proyek kerja sama industri baja di Banten, proyek pembangkit listrik di Aceh, jalan tol dan proyek bandara di Bali, pengembangan industri sawit di Semangke, industri bauksit di Halmahera, dua waduk di Nusa Tenggara Barat, kemudian proyek jalan di Papua.
Hatta mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan melakukan telewicara dengan sejumlah gubernur terkait pada saat peluncuran delapan proyek itu. (luz)
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan delapan proyek itu sudah direncanakan sejak tahun lalu dan akan luncurkan secara resmi oleh kepala negara.
“Presiden akan meluncurkan MP3EI yang sudah kita bahas sejak cukup lama dari 2010. Proyek ini melibatkan seluruh stakeholder kita, BUMN, swasta maupun pemerintah daerah, mulai dari pengusaha kecil sampai pengusaha besar,” katanya di Istana Wapres, hari ini.
Kedelapan proyek pionir itu di antaranya proyek kerja sama industri baja di Banten, proyek pembangkit listrik di Aceh, jalan tol dan proyek bandara di Bali, pengembangan industri sawit di Semangke, industri bauksit di Halmahera, dua waduk di Nusa Tenggara Barat, kemudian proyek jalan di Papua.
Hatta mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan melakukan telewicara dengan sejumlah gubernur terkait pada saat peluncuran delapan proyek itu. (luz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar