JAKARTA- Unit syariah Bank DKI berencana menggenjot pertumbuhan aset hingga 40 persen. Menurut Pemimpin Cabang Unit Syariah Bank DKI Wahid Hasyim, Imam Sufi'i, pihaknya menargetkan pertumbuhan Rp 1,1 triliun dari tahun sebelumnya Rp 700 miliar.
Dikatakannya, sejumlah langkah ekpansif bakal unit syariah Bank BKI lakukan. ''Untuk memperluas jaringan, unit syariah Bank DKI bakal membuka tujuh cabang pembantu baru seperti di BSD (Bumi Serpong Damai), Ciledug, Cileungsi, Cikarang dan Glodok,'' katanya pada Republika, Rabu (23/2).
Pembangunan cabang pembantu bakal dilakukan semester pertama tahun ini. Unit syariah Bank DKI mengharapkan hal ini mampu menambah aset 20 hingga 30 persen.
Untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), Imam mengaku unit syariah Bank DKI bakal mengeluarkan sejumlah produk baru. Selain peluncuran tabungan haji dan umrah, di tahun ini unit syariah bank pembangunan daerah tersebut juga bakal memperkenalkan pasar produk tabungan yang bersifat multifungi.
''Melalui ini kami berharap DPK akan tumbuh 60 persen,'' ujarnya. Per Desember 2010, unit syariah Bank DKI mencatat pencapaian DPK sebesar Rp 350 miliar dengan kontribusi tabungan sebesar 25 persen.
Dikatakannya, sejumlah langkah ekpansif bakal unit syariah Bank BKI lakukan. ''Untuk memperluas jaringan, unit syariah Bank DKI bakal membuka tujuh cabang pembantu baru seperti di BSD (Bumi Serpong Damai), Ciledug, Cileungsi, Cikarang dan Glodok,'' katanya pada Republika, Rabu (23/2).
Pembangunan cabang pembantu bakal dilakukan semester pertama tahun ini. Unit syariah Bank DKI mengharapkan hal ini mampu menambah aset 20 hingga 30 persen.
Untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), Imam mengaku unit syariah Bank DKI bakal mengeluarkan sejumlah produk baru. Selain peluncuran tabungan haji dan umrah, di tahun ini unit syariah bank pembangunan daerah tersebut juga bakal memperkenalkan pasar produk tabungan yang bersifat multifungi.
''Melalui ini kami berharap DPK akan tumbuh 60 persen,'' ujarnya. Per Desember 2010, unit syariah Bank DKI mencatat pencapaian DPK sebesar Rp 350 miliar dengan kontribusi tabungan sebesar 25 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar