JAKARTA - Kinerja bursa domestik pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif (sideways) dengan kecenderungan melemah. Di tengah kuatnya sentimen negatif baik dalam maupun luar negeri, bursa domestik akan diwarnai aksi technical rebound. Pelaku pasar masih akan bereaksi negatif terhadap sentimen krisis di Mesir. Dari dalam negeri investor juga akan mewaspadai pengumuman inflasi Januari dan suku bungan acuan Bank Indonesia (BI Rate) pekan ini.
Kekhawatiran infl asi tinggi dan memanasnya krisis politik di Mesir, yang meminta Presiden Mubarak mundur, memicu tren negatif. Pelaku pasar pun cenderung ambil posisi aman. Mereka memanfaatkan situasi ini untuk melakukan aksi ambil untung. Direktur Bhakti Securities Budi Ruseno mengatakan, tren negatif kembali akan terjadi pada perdagangan hari ini. “Situasi global dan dalam negeri yang masih dilanda ketikpastian akan membuat investor cari aman. Mereka akan melakukan aksi ambil untung. Ini harus diwaspadai,” ujar Budi, di Jakarta Senin (31/1).
Pada perdagangan Senin (31/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,25 persen ke level 3.409,17 poin, sementara itu indeks harga saham-saham unggulan, LQ45, juga merosot 2,69 persen ke level 597,86 poin. Hal ini disebabkan oleh pengaruh tren pelemahan bursa global dan regional akibat sentimen krisis politik di Mesir.
Selain itu, investor asing juga menarik dananya dengan mencatat nilai jual bersih sebesar 199,86 miliar rupiah dari total nilai jual 2,17 triliun rupiah. Aktivitas perdagangan saham pun berlangsung cukup semarak meski masih moderat. Volume transaksi mencapai 2,96 miliar lembar saham senilai 5,26 triliun rupiah.
Kekhawatiran infl asi tinggi dan memanasnya krisis politik di Mesir, yang meminta Presiden Mubarak mundur, memicu tren negatif. Pelaku pasar pun cenderung ambil posisi aman. Mereka memanfaatkan situasi ini untuk melakukan aksi ambil untung. Direktur Bhakti Securities Budi Ruseno mengatakan, tren negatif kembali akan terjadi pada perdagangan hari ini. “Situasi global dan dalam negeri yang masih dilanda ketikpastian akan membuat investor cari aman. Mereka akan melakukan aksi ambil untung. Ini harus diwaspadai,” ujar Budi, di Jakarta Senin (31/1).
Pada perdagangan Senin (31/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,25 persen ke level 3.409,17 poin, sementara itu indeks harga saham-saham unggulan, LQ45, juga merosot 2,69 persen ke level 597,86 poin. Hal ini disebabkan oleh pengaruh tren pelemahan bursa global dan regional akibat sentimen krisis politik di Mesir.
Selain itu, investor asing juga menarik dananya dengan mencatat nilai jual bersih sebesar 199,86 miliar rupiah dari total nilai jual 2,17 triliun rupiah. Aktivitas perdagangan saham pun berlangsung cukup semarak meski masih moderat. Volume transaksi mencapai 2,96 miliar lembar saham senilai 5,26 triliun rupiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar