JAKARTA--MICOM: Bisnis transactional banking bukanlah bisnis baru di Tanah Air. Bisnis ini telah hadir ketika bank mulai menangani keperluan nasabah dalam bertransaksi. Misalnya, transaksi sederhana melalui anjungan tunai mandiri (ATM) atau melalui transfer.
Dengan kemajuan berbagai inovasi teknologi informasi, bank tidak bisa tidak menggapai segmen pasar besar transaksi melalui transaksi elektronik atau (electronic channel). Transaksi jenis ini merupakan yang termudah dan murah bagi bank maupun nasabah.
Soalnya, selain memiliki biaya operasional yang murah, transaksi ini juga menawarkan kecepatan dan transparansi.
Hal ini diakui Senior Vice Presiden Corporate Transactional Banking Sales Group Bank Mandiri Novianti Hardi. Menurutnya, dengan transactional banking nasabah pribadi, institusi, maupun korporasi bisa memanfaatkan jaringan bank bagi berbagai kebutuhan transaksinya.
Dia menjelaskan, dengan layanan ini, perbankan bisa menangani kebutuhan nasabah untuk penerimaan, pengumpulan, maupun pembayaran. Sehingga, nasabah bisa mengoptimalkan aliran kas tanpa membuang banyak waktu.
"Jadi nasabah cepat memperoleh penerimaannya dan dengan mudah mendistribusikan dana untuk keperluan berbagai transaksi pembayaran-pembayaran rutinnya," ujarnya di sela media gathering di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (19/2).
Hal ini diakui Manager Senior Pengelolaan Pendapatan PT PLN (Persero) Iskandar. Menurutnya, penggunaan layanan pengelolaan kas (cash management) memberikan kontribusi besar pada efektifitas pendapatan PLN.
Pasalnya, perusahaan bisa lebih cepat mengetahui penerimaan dari pembayaran tagihan listrik konsumen. Itu semua tanpa membutuhkan investasi outlet pembayaran listrik dan tenaga pengelolanya. Selain itu, di sisi pengeluaran perusahaan bisa lebih cepat menyalurkan dan tanpa membutuhkan berbagai proses administratif karena semua sudah diurus bank.
"Dulu untuk mengoleksi pembayaran hanya bisa diketahui sebulan sekali dari laporan setiap outlet sekarang kantor pusat bisa segera mengetahui setiap pembayaran tagihan listrik pelanggan. Bahkan, ketika puncak pembayaran tagihan pelanggan di setiap tanggal 20-an setiap bulannya," tutur Iskandar. (Toh/OL-11)
Dengan kemajuan berbagai inovasi teknologi informasi, bank tidak bisa tidak menggapai segmen pasar besar transaksi melalui transaksi elektronik atau (electronic channel). Transaksi jenis ini merupakan yang termudah dan murah bagi bank maupun nasabah.
Soalnya, selain memiliki biaya operasional yang murah, transaksi ini juga menawarkan kecepatan dan transparansi.
Hal ini diakui Senior Vice Presiden Corporate Transactional Banking Sales Group Bank Mandiri Novianti Hardi. Menurutnya, dengan transactional banking nasabah pribadi, institusi, maupun korporasi bisa memanfaatkan jaringan bank bagi berbagai kebutuhan transaksinya.
Dia menjelaskan, dengan layanan ini, perbankan bisa menangani kebutuhan nasabah untuk penerimaan, pengumpulan, maupun pembayaran. Sehingga, nasabah bisa mengoptimalkan aliran kas tanpa membuang banyak waktu.
"Jadi nasabah cepat memperoleh penerimaannya dan dengan mudah mendistribusikan dana untuk keperluan berbagai transaksi pembayaran-pembayaran rutinnya," ujarnya di sela media gathering di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (19/2).
Hal ini diakui Manager Senior Pengelolaan Pendapatan PT PLN (Persero) Iskandar. Menurutnya, penggunaan layanan pengelolaan kas (cash management) memberikan kontribusi besar pada efektifitas pendapatan PLN.
Pasalnya, perusahaan bisa lebih cepat mengetahui penerimaan dari pembayaran tagihan listrik konsumen. Itu semua tanpa membutuhkan investasi outlet pembayaran listrik dan tenaga pengelolanya. Selain itu, di sisi pengeluaran perusahaan bisa lebih cepat menyalurkan dan tanpa membutuhkan berbagai proses administratif karena semua sudah diurus bank.
"Dulu untuk mengoleksi pembayaran hanya bisa diketahui sebulan sekali dari laporan setiap outlet sekarang kantor pusat bisa segera mengetahui setiap pembayaran tagihan listrik pelanggan. Bahkan, ketika puncak pembayaran tagihan pelanggan di setiap tanggal 20-an setiap bulannya," tutur Iskandar. (Toh/OL-11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar