Selasa, 01 Februari 2011

Terusan Suez diblokir, harga minyak melejit mendekati level tertinggi dua tahun

NEW YORK. Kontrak harga minyak melejit tinggi di New York. Bahkan pergerakannya mendekati level tertinggi dalam dua tahun terakhir yakni di atas US$ 100 sebarel. Aksi demonstrasi besar-besaran di Mesir meningkatkan kecemasan kalau suplai minyak dunia bakal terganggu.

"Semua karena Mesir. Suplai minyak bakal terganggu sekitar 3-4 juta barel per hari dengan ditutupnya terusan Suez. Alhasil arus transportasi pengantaran minyak dari Teluk Persian ke Eropa dan AS bakal terganggu," kata Stephen Schork, President Schork Group Inc di Villanova, Pennsylvania.

Asal tahu saja, pada pukul 10.34 waktu Sydney, kontrak harga minyak untuk pengantaran Maret berada di posisi US$ 92,04 sebarel atau turun 15 sen. Kemarin, kontrak yang sama melonjak US$ 2,85 menjadi US$ 92,19, level tertinggi sejak 3 Oktober 2008. Sepanjang Januari, harga minyak sudah naik 0,9% dan 24% dari tahun lalu.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran Maret juga naik US$ 1,59 atau 1,6% menjadi US$ 101,01 sebarel di ICE Futures Europe exchage di London kemarin. Ini merupakan level tertinggi sejak 26 September 2008.

Terkait kondisi itu, Sekretari Jendral Organization of Petroleum Exporting Countries Abdalla el-Badri mengatakan, akan meningkatkan produksi minyak jika krisis Mesir menurunkan suplai minyak dari Timur Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar