JAKARTA--MICOM: Penurunan angka kemiskinan di perdesaan relatif tersendat dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Sejak 1993-2010, tingkat kemiskinan di perdesaan masih selalu berada di atas nasional.
Oleh karenanya, perlu langkah terobosan, khususnya oleh pemerintah daerah untuk memprioritaskan desa sebagai lokasi sasaran program pengentasan angka kemiskinan.
Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatkan, masih lambatnya penurunan kemiskinan di desa ini terjadi karena pola mata pencaharian yang tidak terlalu berubah.
Alih teknologi belum berjalan di kantong-kantong kemiskinan di desa yang masih didominasi sektor pertanian dan perikanan-kelautan.
"Basis ekonomi desa pada sektor pertanian, peternakan, atau perikanan harus dikuatkan. Apalagi, ke depan tantangan perekonomian berbasiskan alam seperti ini lebih besar karena adanya gangguan iklim ekstrem," ujarnya dalam konferensi pers rutin Bappenas di Jakarta, Jumat (18/2).
Berdasarkan data Bappenas mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), di 2010, persentase kemiskinan di desa sebesar 16,56%, masih jauh di atas tingkat kemiskinan secara nasional yang 13,3%. Adapun persentase kemiskinan di kota hanya 9,87%.
Persentase kemiskinan di desa yang berada di atas angka nasional, sudah berlangsung sejak 1993. Saat itu, persentase kemiskinan di desa 13,80%, tipis di atas angka nasional yang 13,70%. Adapun di kota 13,50%.
Lambatnya penurunan kemiskinan di desa ini salah satunya dipicu oleh relatif stagnannya pertumbuhan sektor pertanian. Pada 2010, menurut BPS, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh 2,9%. Angka ini mencatatkan laju terendah dibanding sembilan sektor usaha lain. (AW/OL-9)
Oleh karenanya, perlu langkah terobosan, khususnya oleh pemerintah daerah untuk memprioritaskan desa sebagai lokasi sasaran program pengentasan angka kemiskinan.
Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatkan, masih lambatnya penurunan kemiskinan di desa ini terjadi karena pola mata pencaharian yang tidak terlalu berubah.
Alih teknologi belum berjalan di kantong-kantong kemiskinan di desa yang masih didominasi sektor pertanian dan perikanan-kelautan.
"Basis ekonomi desa pada sektor pertanian, peternakan, atau perikanan harus dikuatkan. Apalagi, ke depan tantangan perekonomian berbasiskan alam seperti ini lebih besar karena adanya gangguan iklim ekstrem," ujarnya dalam konferensi pers rutin Bappenas di Jakarta, Jumat (18/2).
Berdasarkan data Bappenas mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), di 2010, persentase kemiskinan di desa sebesar 16,56%, masih jauh di atas tingkat kemiskinan secara nasional yang 13,3%. Adapun persentase kemiskinan di kota hanya 9,87%.
Persentase kemiskinan di desa yang berada di atas angka nasional, sudah berlangsung sejak 1993. Saat itu, persentase kemiskinan di desa 13,80%, tipis di atas angka nasional yang 13,70%. Adapun di kota 13,50%.
Lambatnya penurunan kemiskinan di desa ini salah satunya dipicu oleh relatif stagnannya pertumbuhan sektor pertanian. Pada 2010, menurut BPS, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh 2,9%. Angka ini mencatatkan laju terendah dibanding sembilan sektor usaha lain. (AW/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar