ANYER--MICOM: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sektor manufaktur menyerap investasi asing maupun domestik sebesar Rp730 triliun atau sekitar US$80 miliar dalam lima tahun ke depan dengan penyerapan tenaga kerja 3,2 juta orang.
"Kami optimistis angka tersebut akan tercapai mengingat, sudah ada beberapa investasi besar yang akan jalan," kata Sekjen Kemenperin Anshari Bukhari, pada temu ramah dengan forum wartawan perindustrian di Anyer, Banten, Minggu (27/2).
Ia mengatakan, kerja sama pembangunan pabrik baja terintegrasi antara PT Krakatau Steel dan POSCO dari Korea Selatan saja akan menyerap investasi US$6 miliar. Selain itu ada rencana investasi besar lainnya di bidang petrokimia dan semen yang mencapai triliunan rupiah.
"Kalau proyek pengembangan industri oleokimia di Sei Mangke, Malloy, jalan, dan perkembangan masih seperti sekarang, target (investasi) US$80 miliar bisa tercapai," ujar Anshari.
Dalam lima tahun sejak 2010 sampai 2014, kata dia, Kemenperin juga memproyeksikan akan ada penyerapan tenaga kerja baru sebesar 3,2 juta orang, dengan asumsi pertumbuhan rata-rata dua persen per tahun.
Anshari juga optimistis target itu akan tercapai. "Bila 22 pabrik sepatu/alas kaki jadi masuk, maka akan ada penyerapan tenaga kerja cukup besar, karena satu pabrik bisa menyerap 6.000 sampai 10.000 orang," katanya.
Untuk mencapai target itu pula, lanjut dia, Kemenperin menetapkan tujuh sasaran strategis lima tahun, yaitu meningkatkan nilai tambah industri melalui program hilirisasi bahan baku primer, perluasan pasar domestik dan internasional, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang industri, riset dan penelitian, serta kewirausahaan. (Ant/OL-2)
"Kami optimistis angka tersebut akan tercapai mengingat, sudah ada beberapa investasi besar yang akan jalan," kata Sekjen Kemenperin Anshari Bukhari, pada temu ramah dengan forum wartawan perindustrian di Anyer, Banten, Minggu (27/2).
Ia mengatakan, kerja sama pembangunan pabrik baja terintegrasi antara PT Krakatau Steel dan POSCO dari Korea Selatan saja akan menyerap investasi US$6 miliar. Selain itu ada rencana investasi besar lainnya di bidang petrokimia dan semen yang mencapai triliunan rupiah.
"Kalau proyek pengembangan industri oleokimia di Sei Mangke, Malloy, jalan, dan perkembangan masih seperti sekarang, target (investasi) US$80 miliar bisa tercapai," ujar Anshari.
Dalam lima tahun sejak 2010 sampai 2014, kata dia, Kemenperin juga memproyeksikan akan ada penyerapan tenaga kerja baru sebesar 3,2 juta orang, dengan asumsi pertumbuhan rata-rata dua persen per tahun.
Anshari juga optimistis target itu akan tercapai. "Bila 22 pabrik sepatu/alas kaki jadi masuk, maka akan ada penyerapan tenaga kerja cukup besar, karena satu pabrik bisa menyerap 6.000 sampai 10.000 orang," katanya.
Untuk mencapai target itu pula, lanjut dia, Kemenperin menetapkan tujuh sasaran strategis lima tahun, yaitu meningkatkan nilai tambah industri melalui program hilirisasi bahan baku primer, perluasan pasar domestik dan internasional, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang industri, riset dan penelitian, serta kewirausahaan. (Ant/OL-2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar