Jumat, 18 Februari 2011

RI Bakal Jadi Negara Pengimpor Beras Terbesar Kedua di Dunia

JAKARTA--MICOM: Kementrian Pertanian Amerika Serikat (USDA) pada Februari 2011 ini memprediksi Indonesia akan masuk pasar dunia dengan mengimpor sebesar 1,75 juta ton pada 2011.

Jumlah ini naik 800 ribu ton dari prediksi yang dilakukan USDA pada bulan sebelumnya. Jika prediksi ini menjadi kenyataan, Indonesia akan menjadi negara pengimpor terbesar kedua setelah Nigeria.

Dirut Bulog Sutarto Alimoeso pun mengatakan hal ini menunjukkan bahwa kondisi perberasan Indonesia di mata dunia cukup mengkhawatirkan.

"Prediksi USDA ini menunjukkan dunia kini memandang kondisi perberasan Indonesia dalam situasi yang mengkhawatirkan," kata Sutarto di Jakarta, Kamis (17/2).

USDA sendiri memprediksi Nigeria, Indonesia, Filipina, dan Arab Saudi akan menjadi negara pengimpor yang cukup besar. Volume impor beras yang didatangkan keempat negara ini diprediksi cukup besar yaitu pada kisaran 1,3 hingga 1,9 juta ton.

Meskipun demikian, pihaknya masih tetap yakin bahwa kondisi perberasan di Tanah Air akan baik-baik saja. Syaratnya, produksi beras harus di atas 6% sehingga Bulog bisa melakukan penyerapan yang banyak atas beras lokal sehingga bisa menekan harga beras di dalam negeri.

"Produksi harus di atas 6% sehingga kami bisa menyerap yang banyak untuk memenuhi target cadangan beras pemerintah," imbuhnya.

USDA sendiri juga memprediksi stok dunia di 2011 cukup kuat yaitu 93,85 juta ton meski jumlah ini turun 631 ribu ton dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 94,49 juta ton.

Stok yang kuat ini menjadikan sumber pasokan beras dunia juga kuat dengan jumlah yang diperdagangkan sekitar 30,67 juta ton.

Dominasi perdagangan beras di pasar global tetap dipegang oleh Thailand sebanyak 10 juta ton atau naik 1 juta ton dibanding tahun lalu.

Sementara negara lain yang menjadi sumber impor beras Indonesia, Vietnam, justru akan menurunkan ekspornya sebanyak 930 ribu ton menjadi 5,8 juta ton. Vietnam berniat memperkuat stok domestiknya yang direncanakan naik 280 ribu ton dari 1,46 juta ton menjadi 1,74 juta ton.

Kekhawatiran gagal panen karena perubahan iklim masih menghantui beberapa negara produsen utama sehingga ekspor Vietnam dan India dibatasi.

"Thailand bisa mengekspor banyak karena produksinya banyak ditunjang dengan konsumsi beras yang rendah. Indonesia produksi beras banyak, tapi konsumsi juga banyak sekali sampai 139 kg per kapita per tahun," kata Sutarto. (HA/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar