Senin, 21 Februari 2011

Presiden: Komitmen Pembangunan Harus Dipenuhi

BOGOR--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak yang sudah menyatakan komitmennya dalam pembangunan nasional harus memenuhi komitmen tersebut dan bukan hanya sekedar janji di atas kertas.


Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Senin (21/2), membahas program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia yang akan dituangkan dalam dokumen dan disahkan beberapa bulan mendatang.

"Rencana induk nanti, dokumen utama saya yang tandatangani, dokumen pelaksanaan saya harap ditandatangani gubernur, menteri dan investor utama. Jangan ada investor yang ingkar janji. Dengan demikian betul-betul bisa dilaksanakan dan bukan hanya di atas kertas yang bisa diingkari setiap saat," tegas Presiden.

Terkait pembahasan dan rencana implementasi program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia, Kepala Negara meminta agar momentum pembuatan dan pelaksanaan program betul-betul dimanfaatkan oleh semua pihak sehingga perluasan pembangunan ekonomi bisa tercapai.

Selain itu, dalam rencana induk itu juga terdapat sejumlah rencana proyek dengan biaya besar dalam jangka panjang dan menengah. Atas hal itu Presiden meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru hendak memetik manfaat karena manfaat proyek tersebut baru bisa dirasakan lima hingga 10 tahun mendatang.

"Jangan harap bisa dipanen dalam satu hingga dua tahun. Ada yang bisa dipanen dalam lima tahun tapi ada yang 10 tahun mendatang. Meski dipanen bukan pada era kita tapi ini semua bisa dimulai dari sekarang," kata Presiden.

Kepala negara menyatakan dalam perjalanannya, rencana induk ini bisa saja mengalami modifikasi dan perubahan, namun demikian perubahan itu harus mengarah pada keberhasilan pencapaian target sehingga dirasakan oleh masyarakat. (Ant/X-12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar