Sabtu, 26 Februari 2011

Pertumbuhan Ekonomi India Bisa Lampaui 9 Persen

NEW YORK--MICOM: Pertumbuhan ekonomi India diproyeksikan bisa melebih 9 persen pada tahun depan. Namun, ekonomi ketiga terbesar di Asia itu mewaspadai tingginya laju inflasi.

Kenaikan proyeksi datang menjelang anggaran tahunan pada Senin (28/2) dan meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan pimpinan Kongres, yang telah diterjang skandal korupsi dan protes atas kenaikan harga.

Pertumbuhan, didorong oleh rebound di bidang pertanian dan "berlanjutnya momentum" di manufaktur dan jasa, yang akan mencapai 8,6 persen tahun ini dan 8,75-9,25 persen tahun depan, menurut survei tahunan ekonomi negara.

Pemerintah, yang diperkirakan merilis anggaran populis menekankan pengeluaran sosial untuk tahun fiskal berikutnya sejak 1 April, mengatakan pihaknya butuh sedikitnya sembilan atau 10 persen pertumbuhan tahunan untuk mengurangi kemiskinan.

Tapi inflasi, sebuah isu politis di negara berpenduduk 1,2 miliar orang itu, tetap menjadi "kekhawatiran yang dominan," tambahnya.

Bahkan setelah tujuh kenaikan suku bunga dalam waktu kurang dari satu tahun, inflasi umum tetap di atas delapan persen sementara inflasi makanan berjalan pada 11,49 persen, menyebabkan kesulitan dan kebencian dalam rumah tangga miskin.

Menteri Keuangan Pranab Mukherjee, juga menunjuk volatilitas di pasar komoditas global sebagai kekhawatiran utama dalam mengendalikan harga.

Pada Kamis Perdana Menteri Manmohan Singh berjanji di parlemen untuk mengendalikan inflasi, namun menekankan tidak akan mengorbankan "cerita pertumbuhan" ekonomi negara.

Posisi politik Singh telah melemah oleh tuduhan oposisi bahwa ia telah gagal untuk mengendalikan kenaikan harga dan korupsi dan memberikan janji "pertumbuhan inklusif" untuk kemiskinan India.

Angka pertumbuhan yang kuat datang meskipun langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter besar diberlakukan setelah terjadinya krisis keuangan global dilepaskan.

India mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari sembilan persen antara 2006 dan 2008 sebelum kemerosotan global ekspansi melambat menjadi 6,7 persen pada 2008-2009.
Ekonomi meningkat pada tahun lalu sebesar 7,4 persen. (Ant/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar