BANDUNG: Wakil Menteri Keuangan Indonesia Anny Ratnawaty memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia hingga 2012 masih tetap stabil.
“Secara umum kondisi perekonomian global masih stabil. Namun, diharapkan ekonomi dunia bisa tumbuh 4,4%-4,5% agar kesejahteraan rakyat meningkat,” katanya, dalam Seminar ITB Entrepreneurship Challenge di Sasana Budaya Ganesha Bandung.
Dia mengatakan pada 2010, ekonomi Indonesia tumbuh 4,5% dan memiliki cadangan devisa sebesar US$96 miliar saat ini. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri, lanjutnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti inflasi, pemerataan pendapatan, dan serapan tenaga kerja.
Anny menjelaskan inflasi yang terjadi pada awal 2011 akibat kenaikan harga minyak dunia dan harga komoditas termasuk bahan pangan.
”Kenaikan harga minyak dunia mendorong peningkatan harga komoditas bahan pangan internasional maupun domestik,” ujarnya.
Peningkatan harga komoditas dunia, katanya, pada akhirnya mengerek sejumlah harga bahan pangan di pasar domestik naik, seperti beras, minyak dan kedelai.
“Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan produk Indonesia. Produk Indonesia juga tidak kalah kok dengan produk luar. Jadi mari, mulai sekarang kita gunakan dan makan produk Indonesia,” ujarnya.(yn)
“Secara umum kondisi perekonomian global masih stabil. Namun, diharapkan ekonomi dunia bisa tumbuh 4,4%-4,5% agar kesejahteraan rakyat meningkat,” katanya, dalam Seminar ITB Entrepreneurship Challenge di Sasana Budaya Ganesha Bandung.
Dia mengatakan pada 2010, ekonomi Indonesia tumbuh 4,5% dan memiliki cadangan devisa sebesar US$96 miliar saat ini. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri, lanjutnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti inflasi, pemerataan pendapatan, dan serapan tenaga kerja.
Anny menjelaskan inflasi yang terjadi pada awal 2011 akibat kenaikan harga minyak dunia dan harga komoditas termasuk bahan pangan.
”Kenaikan harga minyak dunia mendorong peningkatan harga komoditas bahan pangan internasional maupun domestik,” ujarnya.
Peningkatan harga komoditas dunia, katanya, pada akhirnya mengerek sejumlah harga bahan pangan di pasar domestik naik, seperti beras, minyak dan kedelai.
“Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan produk Indonesia. Produk Indonesia juga tidak kalah kok dengan produk luar. Jadi mari, mulai sekarang kita gunakan dan makan produk Indonesia,” ujarnya.(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar