Sabtu, 19 Februari 2011

Pemerintah tekan pinjaman luar negeri


JAKARTA: Pemerintah menargetkan akan menekan jumlah pinjaman luar negeri hingga 0,36% - 0,44% terhadap PDB pada 2014.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden No. 7/2011 tentang Rencana Kebutuhan Pinjaman Luar Negeri 2010 - 2014.

Dalam aturan yang diterbitkan pada 7 Februari lalu itu, kebijakan pembatasan pinjaman luar negeri dilakukan secara bertahap, yakni 0,56% - 0,69% dari PDB pada tahun ini, lalu 0,49% - 0,60% dari PDB pada 2012, ditekan lagi ke level 0,41% - 0,50% dari PDB pada 2013, dan 0,36% - 0,44% dari PDB pada 2014.

"RKPLN 2010-2014 ini menjadi pedoman kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN yang akan mengusulkan kegiatan yang dapat dibiayai dari pinjaman luar negeri," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam aturan itu yang diperoleh Bisnis hari ini.

Presiden menegaskan prioritas bidang pembangunan 2010 - 2014 yang dapat dibiayai dari pinjaman luar negeri harus memenuhi kriteria kegiatan a.l. menyediakan pelayanan publik, mendorong peningkatan penggunaan barang dan jasa dalam negeri, mempunyai rentang manfaat luas dan bersifat inovatif, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, dan mampu memberikan manfaat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, kebijakan pinjaman luar negeri diutamakan kepada K/L, pemerintah daerah, dan BUMN yang memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan kegiatan yang dibiayai pinjaman luar negeri.

Pemanfaatan pinjaman luar negeri harus mempertimbangkan prinsip-prinsip a.l. mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, tidak merugikan kepentingan nasional, mewujudkan kemandirian, kesetaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan, dan dilakukan secara hati-hati dan akuntabel dengan memperhatikan biaya dan risiko pinjaman.

Data Kementerian Keuangan per 31 Desember 2010 mencatat jumlah pinjaman luar negeri pemerintah mencapai US$68,04 miliar atau 36,5% dari total utang pemerintah yang terdiri dari pinjaman bilateral sebesar US$41,83 miliar, pinjaman multilateral US$23,13 miliar, pinjaman komersial US$3,02 miliar, dan pinjaman suppliers US$0,06 miliar.(er)
AddThis Social Bookmark Button

Tidak ada komentar:

Posting Komentar