Selasa, 22 Februari 2011

Pemerintah masih Tenang Meski Harga Minyak Naik

JAKARTA--MICOM: Pemerintah masih terlihat tenang-tenang saja, meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan. Senin (21/2) lalu, harga minyak brent untuk kontrak pengiriman April mencapai US$105,8 per barel, merupakan harga tertinggi sejak 25 September 2008.


"Kita lihat kemarin akibat konflik Mesir harga minyak mencapai USD100 perbarel, turun lagi. Kini Libya bergejolak dan merambat ke bebeberapa negara Timur Tengah yang penghasil minyak. Kalau sudah reda akan turun dan akan pantau terus," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo, di sela-sela Rapat Kerja Pemerintah dengan Gubernur Se-Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/2)

Tak heran jika Agus memastikan belum akan merevisi harga minyak dalam APBN. Di mana asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan US$ 80 per barel. Perhitungan ini berdasarkan kondisi di Mesir di mana harga minyak menyentuh US$ 100 per barel, namun akhirnya kembali turun.

Untuk itu, kata Agus, pemerintah belum akan merevisi asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2011 yang ditetapkan sebesar USD 80 perbarel. Pemerintah masih akan melihat pergerakan rata-rata harga minyak sepanjang tahun ini sebelum memutuskan apakah merubah asumsi ICP atau tidak. (Mad/X-12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar