JAKARTA--MICOM: Pemerintah berharap investor swasta bisa turut andil lebih dari US$40 miliar dalam program pengembangan enam koridor ekonomi di Indonesia yang telah menjadi komitmen perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kalau BUMN saja siap US$40 miliar, saya harap swasta tidak kurang dari itulah. Saya belum bicara, nanti kami ketemu dulu lah," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (18/2).
Menurut Hatta, saat ini beberapa pihak swasta yang telah memberikan sinyal positif kepada pemerintah di antaranya pemilik Para Group Chairul Tanjung dengan nilai komitmen investasi US$1 miliar.
"Ada yang mengatakan US$2 miliar. CT (Chairul Tanjung) sudah di atas US$1 miliar. Jadi saya yakin kok ada penguasaha yang sampai US$2-3 miliar. Cukup okelah. Semakin ke Timur insentifnya tentu akan tambah banyak," katanya.
Sebelumnya, ia memang pernah mengatakan bahwa pemerintah akan memberi insentif yang lebih banyak bagi investor asing yang bersedia menanamkan modalnya di Indonesia bagian timur. Semakin ke barat, insentif akan semakin sedikit karena di wilayah itu sudah tersedia infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan kawasan timur Indonesia. (OL-5)
"Kalau BUMN saja siap US$40 miliar, saya harap swasta tidak kurang dari itulah. Saya belum bicara, nanti kami ketemu dulu lah," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (18/2).
Menurut Hatta, saat ini beberapa pihak swasta yang telah memberikan sinyal positif kepada pemerintah di antaranya pemilik Para Group Chairul Tanjung dengan nilai komitmen investasi US$1 miliar.
"Ada yang mengatakan US$2 miliar. CT (Chairul Tanjung) sudah di atas US$1 miliar. Jadi saya yakin kok ada penguasaha yang sampai US$2-3 miliar. Cukup okelah. Semakin ke Timur insentifnya tentu akan tambah banyak," katanya.
Sebelumnya, ia memang pernah mengatakan bahwa pemerintah akan memberi insentif yang lebih banyak bagi investor asing yang bersedia menanamkan modalnya di Indonesia bagian timur. Semakin ke barat, insentif akan semakin sedikit karena di wilayah itu sudah tersedia infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan kawasan timur Indonesia. (OL-5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar