Sabtu, 26 Februari 2011

Pemerintah dan BI Bahas Inflasi Inti

JAKARTA--MICOM: Pemerintah menilai inflasi inti (core inflation) di level 4,18% pada Janurari 2011 terlalu tinggi.


Akibatnya, ruang untuk volatile food dan administratif price dalam perhitungan inflasi total (IHK) yang ditargetkan pemerintah 5,3% tahun ini semakin sempit.

Untuk itu pemerintah akan mengajak Bank Indonesia (BI) membahas hal ini. "Kita harus mengendalikan inflasi itu, BI bersama kita. Dan daerahnya BI memang lebih ke core inflation, sekarang core (inflasi inti) 4,18% sedangkan asumsi 5,3%," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Ruang Pers Kementrian Keuangan Jakarta, Jumat (25/2).

Menurutnya, kalau target inflasi pemerintah 5,3% dipotong inflasi inti 4,18%, ruang untuk inflasi yang berasal dari volatile food dan administated price tinggal 1,1%. Ruang itu dinilai sangat terbatas.

Dengan demikian, jelas Agus, pemerintah akan melakukan pembicaraan guna mensiasati ruang di kedua sektor tersebut. Agus menilai inflasi inti harus ditekan, namun dirinya tidak mau melampaui wewenang BI dalam mengatur inflasi inti.

"(Inflasi inti) mesti di bawah 4,2% tapi jumlahnya berapa akan bicarakan dengan BI lagi saya tidak mau mendahului karena untuk mencapai 5,3% itu areanya tipis sekali," jelas Agus.

Saat ini, kata Agus, Kemenkeu sudah melakukan langkah agar menekan inflasi inti salah satunya dengan menggeluarkan pembebasan bea masuk untuk pangan.

"Langkah konkretnya dari Kemenkeu kan bea masuk untuk pangan sudah diturunkan. Kami menunggu kebijakan dari yang lain," tandasnya. (Tup/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar