BOGOR--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar pemerintah daerah aktif untuk memastikan proyek investasi terutama di bidang infrastruktur bisa menciptakan lapangan kerja yang besar sehingga angkatan kerja bisa terserap, khususnya mengutamakan tenaga kerja lokal.
Ia juga meminta agar pimpinan daerah mensinergikan rencana kerja di daerah dengan program pemerintah pusat. "Saya tahu gubernur dan walikota serta bupati mempunyai anggaran untuk rencana. Namun pastikan rencana itu bisa disinergikan dengan rencana nasional percepatan pembangunan ini. Rencan ini sebagian besar menggunakan dana non APBN jadi tidak menganggu APBN dan APBD," tegas presiden saat membuka rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Senin (21/2).
Selain membahas percepatan pembangunan ekonomi, dalam rapat kerja itu Presiden juga akan menyampaikan mengenai percepatan pengurangan kemiskinan dan antisipasi menghadapi permasalahn pangan.
"Besok 22 Februari, saya akan jelaskan disamping rencana ini juga bisa kita mulai pada 2011 adalah melakukan percepatan dan perluasan program pengurangan kemiskinan. Besok juga saya sampaikan instruksi untuk antisipasi masalah pangan akibat masalah krisis pangan global," paparnya.
Hadir dalam rapat kerja tersebut Wapres Boediono. Rapat kerja pemerintah berlangsung hingga Selasa (22/2) mendatang di Istana Bogor. Dalam pengantarnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan rapat tersebut selain menyusun rencana percepatan pembangunan ekonomi nasional juga mendengarkan paparan dari Menteri Negara BUMN, paparan dari Komite Ekonomi Nasional, paparan dari Komite Inovasi Nasional.
Pada Selasa (22/2) selain disimpulkan rencana percepatan pembangunan ekonomi nasional juga akan disampaikan komitmen BUMN dalam program tersebut. (Ant/X-12)
Ia juga meminta agar pimpinan daerah mensinergikan rencana kerja di daerah dengan program pemerintah pusat. "Saya tahu gubernur dan walikota serta bupati mempunyai anggaran untuk rencana. Namun pastikan rencana itu bisa disinergikan dengan rencana nasional percepatan pembangunan ini. Rencan ini sebagian besar menggunakan dana non APBN jadi tidak menganggu APBN dan APBD," tegas presiden saat membuka rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Senin (21/2).
Selain membahas percepatan pembangunan ekonomi, dalam rapat kerja itu Presiden juga akan menyampaikan mengenai percepatan pengurangan kemiskinan dan antisipasi menghadapi permasalahn pangan.
"Besok 22 Februari, saya akan jelaskan disamping rencana ini juga bisa kita mulai pada 2011 adalah melakukan percepatan dan perluasan program pengurangan kemiskinan. Besok juga saya sampaikan instruksi untuk antisipasi masalah pangan akibat masalah krisis pangan global," paparnya.
Hadir dalam rapat kerja tersebut Wapres Boediono. Rapat kerja pemerintah berlangsung hingga Selasa (22/2) mendatang di Istana Bogor. Dalam pengantarnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan rapat tersebut selain menyusun rencana percepatan pembangunan ekonomi nasional juga mendengarkan paparan dari Menteri Negara BUMN, paparan dari Komite Ekonomi Nasional, paparan dari Komite Inovasi Nasional.
Pada Selasa (22/2) selain disimpulkan rencana percepatan pembangunan ekonomi nasional juga akan disampaikan komitmen BUMN dalam program tersebut. (Ant/X-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar