JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan salah satu perusahaan tercatat (emiten) perbankan yang menyumbang kenaikan bursa beberapa waktu belakangan. Isu pelambatan laju infl asi karena harga pangan turun dan kinerja perseroan yang positif menjadi dua faktor yang mendorong efek bank pelat merah ini kian prospektif. “Dalam tiga tahun ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan laba 15 persen sampai 20 persen, di mana laba pada tahun ini naik 23 persen. Kami melihat target pertumbuhan laba dapat tercapai, namun pada tahun depan laba bertumbuh 23 persen,” ujar Bertrand Raynaldi, Head of Research e-Trading Securities, seperti dikutip dalam analisis hariannya, Senin (21/2).
Sementara itu, keuntungan bersih (net profi t) Bank Rakyat Indonesia pada saat ini masih sesuai dengan ekspektasi analis, yakni 9,2 triliun rupiah pada tahun ini dan 11,3 triliun rupiah pada tahun depan atau bertumbuh 22 persen. Namun, untuk jangka pendek, akumulasi kenaikan ini diperkirakan akan tertahan seiring dengan masih besarnya dana asing yang tersimpan di Surat Utang Negara (SUN) dan Sertifi kat Bank Indonesia (SBI) bertenor pendek dan menengah.
Oleh karena itu, kalangan investor direkomendasikan melakukan tahan (hold) atau jual (sale) untuk ekspektasi jangka pendek, sementara untuk jangka panjang, pemodal bisa melakukan aksi beli dengan target harga 6.150 rupiah per lembar. Senin (21/2), saham BBRI ditutup menguat 25 poin atau setara 0,51 persen ke posisi 4.900 rupiah. Frekuensi transaksi tercatat 1.433 kali dengan volume perdagangan mencapai 28 juta lembar saham senilai 136,67 miliar rupiah.
ayi/E-8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar