JAKARTA. Setelah memperbaiki sistem online trading, tahun ini, PT Mega Capital Indonesia (MCI) menargetkan dana kelolaan sepanjang 2011 naik 20% menjadi Rp 7,44 triliun. Tahun lalu, MCI sukses menjaring dana kelolaan hingga Rp 6,2 triliun.
Direktur Utama PT Mega Capital Indonesia Nani Susilowati menjelaskan, saat ini, kontribusi dari produk reksadana terhadap dana kelolaan mencapai sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara, dari produk non-reksadana mencapai sekitar Rp 2,7 triliun. "Tahun ini kami menargetkan dana kelolaan kedua jenis produk tersebut naik 20%," ujar Nani, Jumat (26/2).
Memang, target pertumbuhan dana kelolaan MCI tidak setinggi perusahaan manajer investasi lainnya. Penyebabnya, perusahaan yang dikendalikan Grup Para itu tidak berniat menerbitkan produk reksadana baru tahun ini.
Namun, agar lebih efisien, MCI akan memisahkan (spin off) divisi manajer investasi menjadi perusahaan independen. Meskipun, perusahaan ini masih tetap di bawah Para Group.
Nani bilang, pihaknya sudah mengajukan izin spin off ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Kami harapkan semester I ini bisa selesai. Nanti, ini akan menjadi sister company bernama Mega Capital Investama," ujar Nani.
Di sisi lain, Mega Capital Indonesia juga meningkatkan kapasitas online trading. Agar dapat meningkatkan asset under management (AUM) sesuai target, MCI menginvestasikan Rp 3 miliar untuk meluncurkan layanan mobile online trading bernama M-One.
Direktur MCI Kaleb L. Limuel menilai, fasilitas online trading yang ditawarkan perusahaannya tidak akan menyulitkan investor pemula. "Investor bisa memerintah pialang menjual atau membeli dengan harga tertentu," ujar dia berpromosi.
Dengan layanan ini, MCI menargetkan bisa menambah 5.000 nasabah baru tahun ini. Saat ini nasabah MCI sekitar 3.000 orang. Selain itu, perusahaan sekuritas ini menargetkan transaksi online trading naik dari Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar per hari jadi Rp 150 miliar per hari.
Mega Capital Indonesia akan membuka tiga-lima kantor cabang baru di Kalimantan dan Sumatra. "Pembukaan satu cabang butuh dana sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta," tutur Kaleb.
Direktur Utama PT Mega Capital Indonesia Nani Susilowati menjelaskan, saat ini, kontribusi dari produk reksadana terhadap dana kelolaan mencapai sekitar Rp 3,5 triliun. Sementara, dari produk non-reksadana mencapai sekitar Rp 2,7 triliun. "Tahun ini kami menargetkan dana kelolaan kedua jenis produk tersebut naik 20%," ujar Nani, Jumat (26/2).
Memang, target pertumbuhan dana kelolaan MCI tidak setinggi perusahaan manajer investasi lainnya. Penyebabnya, perusahaan yang dikendalikan Grup Para itu tidak berniat menerbitkan produk reksadana baru tahun ini.
Namun, agar lebih efisien, MCI akan memisahkan (spin off) divisi manajer investasi menjadi perusahaan independen. Meskipun, perusahaan ini masih tetap di bawah Para Group.
Nani bilang, pihaknya sudah mengajukan izin spin off ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Kami harapkan semester I ini bisa selesai. Nanti, ini akan menjadi sister company bernama Mega Capital Investama," ujar Nani.
Di sisi lain, Mega Capital Indonesia juga meningkatkan kapasitas online trading. Agar dapat meningkatkan asset under management (AUM) sesuai target, MCI menginvestasikan Rp 3 miliar untuk meluncurkan layanan mobile online trading bernama M-One.
Direktur MCI Kaleb L. Limuel menilai, fasilitas online trading yang ditawarkan perusahaannya tidak akan menyulitkan investor pemula. "Investor bisa memerintah pialang menjual atau membeli dengan harga tertentu," ujar dia berpromosi.
Dengan layanan ini, MCI menargetkan bisa menambah 5.000 nasabah baru tahun ini. Saat ini nasabah MCI sekitar 3.000 orang. Selain itu, perusahaan sekuritas ini menargetkan transaksi online trading naik dari Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar per hari jadi Rp 150 miliar per hari.
Mega Capital Indonesia akan membuka tiga-lima kantor cabang baru di Kalimantan dan Sumatra. "Pembukaan satu cabang butuh dana sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta," tutur Kaleb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar