Selasa, 22 Februari 2011

Laba Bersih BCA Tumbuh 22%

JAKARTA(SINDO) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sepanjang 2010 membukukan pertumbuhan laba bersih 22,05% menjadi Rp8,3 triliun dibandingkan perolehan pada 2009 Rp6,8 triliun.


Berdasarkan laporan publikasi yang diumumkan Bank Indonesia (BI) kemarin,kenaikan laba bersih itu didorong melonjaknya pendapatan operasional lainnya (selain bunga) BCA. Sepanjang 2010, pendapatan operasional BCA mencapai Rp8,25 triliun, naik 111% dibandingkan periode yang sama pada 2009 sebesar Rp3,9 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih BCA sepanjang 2010 mengalami penurunan dari Rp14,9 triliun pada 2009 menjadi Rp13,48 triliun. Dalam laporan tersebut kontribusi terbesar pada pendapatan operasional BCA disumbang keuntungan penjualan surat berharga Rp1,7 triliun dan dividen, keuntungan dari penyertaan dengan equity method, komisi/provisi/fee dan administrasi Rp4,5 triliun serta keuntungan transaksi spot dan derivative Rp1,029 triliun.

Sementara pada 2010, beban operasional BCA selain bunga membengkak menjadi Rp11,42 triliun dari sebelumnya pada 2009 sebesar Rp8,2 triliun.Kenaikan beban tertinggi pada 2010 disumbang beban tenaga kerja dan beban lainnya yang masing-masing sebesar Rp4,2 triliun dan Rp4,87 triliun. Headof Technical AnalystPTBatavia Prosperindo Securities Billy Budiman mengatakan, prospek BCA untuk terus berkembang masih sangat besar karena didukung basis nasabah yang cukup besar. Karena itu, fundamental BCA sangat positif bagi investor yang ingin mengoleksi sahamnya.“BCA secara fundamental oke karena kredit korporasi berjalan dengan lancar dan labanya cenderung growing,” tutur Billy kepada SINDOkemarin.

Secara teknikal,saham dengan kode BBCA tersebut bisa mencapai harga Rp7.250 hingga akhir tahun ini. Pasalnya, saham BCA saat ini baru memasuki break resistance di level Rp6.100 dengan volume yang cukup besar.“MACD dan Stochastic masih positif uptrendingdan golden cross.Supportdi Rp6.000–6.100, resistancedi Rp6.250,”paparnya. Head of Research Sinarmas Sekuritas Jeffrosenberg Tan mengatakan, BCA sebagai bank swasta terbesar dalam segi aset di Indonesia mempunyai biaya dana yang relatif murah karena porsi dana murahnya lebih besar dibandingkan deposito.“Jaringan bank ini sangat luas dan franchise yang kuat. Saya kira tidak banyak yang mampu berkompetisi dengan bank raksasa ini,”tandas Jeff.

Kartu Kredit Naik

Sementara itu, General Manager Credit Card BCA Santoso menargetkan tambahan 200.000-300.000 nasabah baru dari kartu kredit BCA Everyday Card.Peluncuran kartu ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan bisnis kartu kredit BCA hingga 30% pada 2011. Menurut dia, kartu kredit menjadi salah satu pelengkap dalam mendorong pertumbuhan bisnis BCA.Sebab,produk baru kartu kredit bisa memberikan kontribusi setidaknya 20–30% dari portofolio yang ada.“Tadi sudah kami sampaikan perbankan itu tumbuh 20–25% dan kami harapkan BCA bisa lebih dari itu antara 25–30%,” tuturnya usai peluncuran Kartu Kredit sekaligus Prabayar BCA Everyday Card di Jakarta kemarin Dia mengungkapkan, hingga Desember 2010 jumlah nasabah kartu kredit BCA mencapai 2,1–2,2 juta nasabah dengan nilai transaksi mencapai Rp26,5 triliun.

Sementara itu, non performing loan (NPL) kartu kredit BCA berada di kisaran 3–3.5% di akhir 2010, sedangkan NPL Gross mencapai 4–4,5% “Di 2009,NPL kami memang lebih rendah, tapi NPL tentunya dalam memasarkan kartu kredit akan selalu muncul,”tuturnya. Dia menerangkan,BCA Every Day Card merupakan kartu kredit BCA terbaru yang ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pembelian SPBU,hypermarket,serta cicilan BCA bunga rendah sepanjang tahun hingga rewardBCA.

Kartu yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke-54 BCA ini juga memberikan unlimited cash back5% untuk pembelanjaan di hypermarket untuk periode 1 Maret–31 Mei 2011. Selain itu,nasabah akan memperoleh cashbackRp40.000. (rakhmat baihaqi/ erichson sihotang)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar