Kamis, 17 Februari 2011

Kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi bisa capai 6,5%

JAKARTA. Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama akan mencapai 6,5%. Pertumbuhan ini meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,6%.

Faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi itu masih konsumsi rumah tangga terutama transportasi dan telekomunikasi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan peran belanja pemerintah sendiri sangat kecil. ”Pengeluaran pemerintah dalam PDB Indonesia itu tidak sampai 10%, sekitar 9%,”ungkapnya, Kamis, (17/2).

Belanja pemerintah didominasi oleh belanja rutin. Menurut Bambang, realisasi belanja pegawai mencapai Rp 13,8 triliun atau 7,7% dari APBN 2011. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan dana untuk pembayaran bunga utang sebesar Rp 9,9 triliun atau 8,6% dari APBN 2011.

Sedangkan realisasi transfer ke daerah dominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) yang mencapai Rp 37,6 triliun atau 16,7% dari APBN 2011. Realisasi dana otonomi khusus dan penyesuaian mencapai Rp 4,1 triliun atau 6,9 % dari APBN 2011. Realisasi pembiayaan mencapai Rp 8,5 triliun yang terdiri dari pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 11,1 triliun dan pembiayaan luar negeri sebesar negatif Rp 2,6 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% itu sudah sangat bagus untuk mencapai target tahun ini yang sebesar 6,4%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar