Selasa, 01 Februari 2011

Krisis Mesir Tingkatkan Risiko Global

Pasar Modal
JAKARTA – Tingkat risiko pasar global kembali menguat. Setelah meningkatnya kekhawatiran ancaman laju inflasi dan penurunan peringkat surat utang Jepang, gejolak politik di Mesir semakin menambah risiko pasar global. Investor mengkhawatirkan aksi protes terhadap kepe mimpinan pemerintahan Presiden Hosni Mubarak di Mesir akan makin intensif dan menyebar di kawasan Timur Tengah lainnya. Aksi demonstrasi itu bisa membahayakan stabilitas di Timur Tengah, penghasil minyak utama dunia. “Pasar sedikit sensitif ketika rakyat sudah turun ke jalan untuk protes.

Ini mengingatkan investor terhadap gejolak politik di Yunani tahun lalu,” kata Chris Rupkey, kepala ekonom di Bank of Tokyo/Mitsubishi UFJ di New York, AS, Senin (31/1). “Bila pemerintahan Mubarak jatuh, dalam beberapa hari ke depan investor akan semakin lari memburu dollar AS yang dinilai sebagai portofolio aman (save-haven),” lanjut Joseph Trevisani, kepala analis di FX Solutions di New Jersey, AS.

Kemarin lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service, akhirnya menurunkan peringkat Mesir satu tingkat menjadi “Ba2” menyusul terjadinya kerusuhan yang sudah menelan korban jiwa hingga 100 orang lebih. Moody’s juga akan kembali menurunkan peringkat Mesir jika kerusuhan tak juga usai. “Keputusan tersebut didasarkan atas kenaikan risiko politik yang signifikan barubaru ini di Mesir,” jelas Moody’s dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, kemarin.

“Semua ini, bersamaan dengan perubahan politik telah memicu rasa frustasi. Moody’s kemungkinan menurunkan lagi peringkat Mesir jika ada peningkatan gejolak politik yang substansial, melesetnya fiskal yang besar atau buktibukti kerusakan ekonomi terakhir,” urai Moody’s. Indonesia Optimistis Akibatnya, investor memburu aset-aset portofolio investasi yang lebih aman (safer assets) seperti dollar AS dan minyak mentah dunia.

Inilah yang memicu kejatuhan bursa global dan regional, termasuk pasar saham Indonesia, maupun meningkatnya harga emas dan harga minyak dunia. Kemarin, harga emas menembus level 1.333-1.334 dollar per ons di Hong Kong dibanding posisi akhir pekan lalu 1.314- 1.315 dollar AS. Harga minyak dunia melonjak mendekati level 100 dollar AS per barel, dengan jenis light sweet untuk pengiriman Maret naik 74 sen ke level 90,09 dollar dan jenis Brent ke level 98,98 dollar AS.

Di kawasan Timur Tengah, bursa Dubai dan Arab Saudi ditutup anjlok lebih dari 6 persen. Bursa Asia, kecuali China, ditutup melemah. Indeks Nikkei di Jepang turun 1,18 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,72 persen. Di Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh sekitar 2,25 persen. Namun, menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, konfl ik politik Mesir tidak akan terlalu berpengaruh ke Indonesia. ”Apa yang terjadi di Mesir saat ini ada kemiripan dengan peristiwa di Indonesia di 1998. Indonesia sudah melewatinya,” ujarnya.
ben/Rtr/AFP/E-1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar