JAKARTA--MICOM: Komisi VII DPR meminta PT Pertamina (Persero) menyampaikan data dan penjelasan secara rinci dan komprehensif menyangkut dugaan penyimpangan proyek modernisasi pabrik pencampuran pelumas atau lube oil blending plant di Gresik, Jawa Timur, paling lambat 14 Maret 2011.
Permintaan tersebut merupakan salah satu kesimpulan dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Komisaris Utama Pertamina, Sugiharto di Jakarta, Kamis (24/2). "Kami ingin dapat melakukan evaluasi lebih objektif," kata Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Azwir Dainy Tara.
Menurut dia, pihaknya meminta data dan penjelasan secara detail dan transparan proyek LOBP yang dibangun PT Rekayasa Industri pada 2007-2009. Produksi LOBP Gresik tersebut meleset dari proyeksi awal, sehingga Pertamina berpotensi mengalami kerugian hingga US$500 juta.
"Nilai 500 juta dolar itu tidak sedikit. Bagaimana penjelasannya?" ujarnya.
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi PPP Ahmad Farial. "Persoalan LOBP Gresik mesti dijelaskan bagaimana sebenarnya," katanya.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN Alimin meminta penjelasan LOBP Gresik atas keterlambatan penyelesaian proyek selama 14 bulan atau lebih lama dari target pembangunan yang hanya 12 bulan. (Ant/OL-5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar