Sabtu, 26 Februari 2011

Jepang hibahkan pengolah air minum bertenaga surya

JAKARTA: Pemerintah Jepang melalui Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri negara itu menghibahkan satu unit alat pengolah air minum yang dapat digerakan dengan pembangkit listrik tenaga surya.


"Hibah ini sebagai dukungan Jepang untuk program transmigrasi di Indonesia, khusus bantuan untuk transmigran," kata Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans Djoko Sidik Pramono, hari ini.

Dia berharap dengan alat ini dapat meningkatkan kadar kesehatan masyarakat yang ada di lokasi transmigrasi dan sekitarnya.

"Kita fokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya yang kurang mampu terhadap kemudahan akses memperoleh air bersih dan air minum," jelas Djoko.

Saat ini, alat pengolahan air minum dengan kapasitas produksi 8.000 liter per hari telah dipasang di daerah transmigran di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan untuk 700 kepala keluarga.

"Alat ini yang mengelola masyarakat sendiri supaya ada kelangsungannya, sehingga air hasil olahannya diperjualbelikan dan dapat menutup biaya operasional," ungkapnya.

Djoko menuturkan hibah Pemerintah Jepang ini untuk membantu negara-negara berkembang di kawasan Asia dengan pelaksanaan pemberian bantuan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Economic Trade and Industry (METI) yang menunjuk sejumlah perusahaan Jepang, yaitu Hitachi, Yamaha dan Kyowakiden.

"Agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai yang direncanakan, kita bekerja sama dengan perusahaan lokal, yakni PT Sky Energy untuk membantu pengoperasiannya," ujarnya.

Pada 2011, perusahaan Jepang Kyowakiden Industry. Co. Ltd akan menghibahkan alat pengolah air minum yang bersumber dari air baku air asin/air payau. "Lokasi transmigrasi untuk pengelolaan ini belum ditentukan, karena masih harus diteliti terlebih dahulu, tapi kemungkinan akan ditempatkan di KTM Telang, Sumatera Selatan," tutur Djoko. (mfm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar